FOKUS

Polisi Temukan Kejanggalan Jika Briptu Andry Budi Wibowo Tewas Bersimbah Darah Disebut karena Laka Lantas

JAKARTA (tandaseru) – Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mendatangi lokasi ditemukannya jasad Briptu Andry Budi Wibowo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (17/9).

Olah TKP ini dimaksudkan untuk mencari tahu apakah korban tewas dengan luka yang cukup parah itu akibat dari kecelakaan lalu lintas (lakalantas) atau bukan.

“Karena dari awal ada yang sempat mengatakan bahwa ini lakalantas, makanya saya cek apakah ini lakalantas, atau ini penganiayaan atau ini pembunuh. Untuk memastikan itu saya ke TKP,” kata Sambodo dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (18/9).

Setelah itu, Sambodo menyebut pihaknya mendapat kejanggalan jika korban disebutkan tewas karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Salah satu fakta yang janggal adalah posisi sepeda motor korban yang agak jauh dari tempat ditemukannya korban.

“Ya saya belum menyatakan bahwa ini bukan lakalantas. terapi karena itu hasil penyelidikan dari Reserse. Tapi kan memang kejanggalannya dari jarak ditemukannya motor dengan jarak ditemukannya korban kan cukup jauh, kurang lebih 300 meter,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan korban sendiri mendapatkan luka cukup parah yakni patah di bagian kaki dan tangan serta adanya benturan keras di kepala.

“(Luka benda tajam) belum ditemukan,” jelasnya.

Seperti diketahui jasad anggota Polri ditemukan bersimbah darah subuh tadi di Jalan Sapi Perah, Pondok Rangon, Jakarta Timur. Dari informasi yang berhembus korban diduga dibacok.

Korban diketahui bernama Briptu Andry Budi Wibowo. Korban diketahui bertugas di Biro Provos Divisi Propam Polri.

Polisi menyebut tidak ada barang korban yang hilang. Bahkan sepeda motor korban pun ditemukan di jarak 200 meter dari penemuan jasad korban.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait