FOKUS

Polisi Temukan Unsur Pidana dalam Kebakaran Kejagung, Statusnya Naik Sidik

JAKARTA (tandaseru) – Setelah melakukan gelar perkara dalam kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), polisi menemukan adanya unsur pidana dalam kasus itu. Kini, statusnya dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Kita sepakat dalam gelar tadi meningkatkan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan,” kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/9).

Listyo mengatakan naiknya status kasis itu setelah pihaknya melakukan gelar perkara secara bersama-sama. Gelar perkara itu juga melibatkan pihak dari Kejagung.

“Gelar bersama-sama rekan-rekan dari kejaksaan dalam hal ini dihadiri Jampidum, Jamintel dan rekan-rekan jaksa lain bersama kami saya Kabareskeim, Dirtipidum, Labfor dan dijajaran penyidik Bareskrim dan Polda Metro Jaya sepakat bersama-sama mengusut tuntas,” ungkap Listyo

Dengan dinaikannya status kasus itu, polisi tinggal mencari tersangka dalam kasus tersebut. Sebab, unsur-unsur pidana dalam kasus ini pun sudah terpenuhi.

“Peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan dapat dugaan peristiwa pidana,” kata Listyo.

Lebih jauh Listyo mengatakan ada beberapa Pasal yang masuk dalam kriteria kasus ini. Pasal itu antara lain Pasal 187 dan 188 KUHP.

“Dugaan Pasal 187 KUHP dan atau Pasal 188 KUHP dimana Pasal 187 barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran dengan hukuman maksimal 12 sampai 15 bahkan seumur hidup kalau menimbulkan korban, kata Listyo.

“Kemudian Pasal 188 barang siapa yang sengaja menyebabkan kebarakan hukuman maksimal 5 tahun,” sambungnya.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di salah satu gedung di Kejaksaan Agung Jakarta. Kebakaran diperkirakan terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

Gedung yang terbakar merupakan gedung Bagian Kepegawaian Kejaksaan Agung. Kobaran api itu pun berhasil dipadamkan kurang lebih selama 11 jam lamanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait