FOKUS

Polisi Tetapkan Oknum Tenaga Medis Bandara Soetta Sebagai Tersangka Terkait Kasus Rapid Test

JAKARTA (tandaseru) – Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta telah menetapkan oknum petugas medis berinisial EFY sebagai tersangka terkait kasus yang dialami oleh calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta saat menjalani rapid test berinisial LHI.

“Iya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho saat dihubungi, Selasa (22/9).

Meski begitu, tersangka belum dilakukan penahanan terkait kasus itu. Alex juga belum membeberkan penetapan tersangka terhadap EFY didasari atas pasal apa.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan oknum tenaga medis tersebut diduga melakukan penipuan. Sementara itu, pemerasan dan pelecehan saat ini masih didalami penyidik.

“Dari PT Kimia Farma pemalsuan ini tidak ada, ini penipuan,” ucap Yusri.

Seperti diketahui, pengguna Twitter dengan akun @listongs mengaku menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid tes di Bandara Soekarno Hatta. Tak hanya dilecehkan, dia juga mengaku diperas oleh diduga oknum dokter disana.

Kasus ini bermula saat korban ingin melakukan penerbangan dan berniat melakukan rapid test di Bandara Soetta. Hasil rapid itu menunjukan jika korban reaktif Covid-19 namun yang diduga oknum dokter itu menawarkan mengubah data hasil rapid tes korban menjadi non reaktif dengan biaya sebesar Rp1,4 juta.

Setelah korban menyetujuinya, diduga oknum dokter itu langsung melakukan tindakan pelecehan terhadap korban. Korban langsung menceritakan kejadian itu di media sosial dan viral di lini masa.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait