FOKUS

Polres Malang Bongkar Sindikat Pemalsu Ratusan Surat Kendaraan Bermotor

MALANG (tandaseru) – Satuan Reserse Kriminal Polres Malang berhasil membongkar sindikat pemalsuan kendaraan motor antar kota/kabupaten. Dari pengungkapan kasus ini, Polres Malang berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. 

Sedikitnya terdapat 14 unit Sepeda motor jenis matic, antara lain Honda Vario 150, 7 unit Sepeda Motor Honda Vario 125, 3 unit Sepeda motor Honda ADV, 1 unit Sepeda motor Honda Sonic, serta 24 buah BPKB sepeda motor honda vario dan 23 lembar STNK sepeda motor honda vario.

Selain mengamankan belasan barang bukti, Satuan Reserse Kriminal Polres Malang juga telah berhasil mengamankan pelaku berinisial KK (43) warga asal Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang dirilis pada Rabu (12/8).

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pelaku melancarkan aksinya dengan cara mengubah nomer rangka dan nomer mesin kendaraan untuk disesuaikan dengan surat-surat kendaraan yang dimiliki sindikat berupa Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), faktur pembelian, dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Tersangka yang kami amankan ini (KK) adalah sindikat, ya. Satu orang berinisial CY juga sudah diamankan tim dari Polda Jatim, ”ujarnya.

AKBP Hendri mengungkapkan, sindikat ini berhasil dibongkar bermula dari laporan masyarakat yang mendapati ketidaksesuaian antara nomer tahun pembuatan dengan nomer rangka dan nomer mesin pada motor.

“Dari laporan tersebut lalu kita selidiki, ternyata ini adalah sindikat. Kami masih memburu beberapa pelaku yang terkait dalam kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu dari pengakuan tersangka, ia mendapatkan sepeda motor dari leasing, kemudian diubah. Motor leasing tersebut didapatkan oleh pelaku dengan harga murah, yakni hanya berkisar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta tergantung kondisi barang.

“Saya beli motornya masih Rp 8 juta sampai Rp 10 juta. Keuntungan setiap penjualan per unit motor Rp 700 ribu pak,” ujar pelaku.

Setelah berhasil mengubahnya, pelaku menjual sesuai tipe kendaraan tersebut dengan harha berkisar antara Rp 17 juta sampai Rp 30 juta per unitnya.

Pelaku juga mengaku sepeda motor tersebut dijual kepada masyarakat dan dealer sepeda motor. Selama melakukan aksinya itu, ia juga mengaku bahwa dirinya telah berhasil menjual kurang lebih sejumlah 200 unit motor. “Iya, sekitar 200 motor, kurang lebih segitu pak,” ujarnya.

Selain menjual motor secara online di jejaring sosial. Terkadang juga ia juga menjualnya secara langsung ke orang. ”Terkadang juga ke dealer-dealer sepeda motor,” imbuhnya.

Atas perbuatannya itu pelaku diancam dengan pasal 263 tentang pemalsuan dan pasal 480 penadahan KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara 6 tahun.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait