FOKUS

Polresta Malang Kota Tembak 2 Residivis Pelaku Curanmor

MALANG (tandaseru) – Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Kota, tidak segan-segan dalam memberantas kejahatan di wilayahnya, terutama kasus curanmor yang sangat menjadi perhatian khusus dan meresahkan masyarakat.

Tindakan tegas dan terukur diberikan pada dua pelaku curanmor yang baru saja melakukan aksinya di Kota Malang. Mereka mendapat hadiah timah panas, karena mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap.

Dua pelaku curanmor yang ditembak kakinya dan diringkus itu adalah  OS (31), warga Jalan Kepuh, Kecamatan Sukun Kota Malang dan N (41), warga Jalan Sukun Sidomulyo,  Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, dalam konferensi persnya mengatakan kedua tersangka ini mencuri motor pada Selasa (8/9) di Jalan MT. Haryono, Kecamatan Lowokwaru.

“Jadi sekitar pukul 03.30 WIB dinihari, kedua tersangka ini memang berniat mencuri motor di Jalan MT Haryono. Pada saat itu, tersangka melihat satu sepeda motor korban diparkir pemiliknya di gang depan rumah kos,” ujar Kombes Pol Leonardus, Rabu (16/9).

Kombes Pol Leonardus, mengungkapkan kedua pelaku beraksi saat situasi sekitar aman, tersangka inisial OS langsung merusak rumah kunci motor korban memakai kunci T. Sedangkan tersangka N menunggu di depan gang, sambil mengawasi sekitar lokasi.

Setelah berhasil membobol rumah kunci kontak motor korban, kedua tersangka segera membawa kabur motor curiannya ke tempat parkir umum Terminal Arjosari.

“Motor korban dengan jenis Matic, Yamaha Mio warna putih dengan nopol N 2168 EAW, dibawa tersangka menuju parkiran umum Terminal Arjosari. Kemudian kedua tersangka pulang ke rumah masing masing,” ujar Kapolresta

Menurut pengakuan pelaku, mereka mengambil motor curian itu keesokan harinya, Rabu (9/9) malam, kedua pelaku mendatangi parkiran umum Terminal Arjosari untuk mengambil motor hasil curanmor tersebut.

Dengan melakukan penelusuran sebelumnya, pihak polisi yang melakukan pengintaian pada TKP parkiran terminal, langsung bergerak cepat menangkap kedua tersangka.

“Saat akan ditangkap, kedua tersangka melawan kepada petugas. Sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur kepada tersangka,” terang Kombes Pol Leonardus.

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa kedua tersangka merupakan residivis beberapa kasus pencurian dan pemberatan.

“Tersangka OS adalah residivis pencurian dengan pemberatan bobol rumah atau kos, pada tahun 2010, 2015, 2016, dan 2017. Sedangkan tersangka N adalah residivis kejahatan pencurian dengan pemberatan bobol rumah atau kos, pada tahun 2014 dan 2016,” terangnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait