Polresta Pekanbaru Tangkap Sejumlah Pengedar Narkotika, 19.107 Jiwa Terselamatkan

Tandaseru – Sat Resnarkoba Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap sejumlah kasus narkoba di wilayah hukumnya. Pada periode 11-25 November, sedikitnya tiga kasus berhasil diungkap melibatkan sejumlah tersangka.

Kapolresta Pekanbaru Kapolres Pekanbaru AKBP Nandang Mu’min mengungkapkan, pihaknya berhasil mengamankan sabu total seberat 1.053,37 gram dan ekstasi sebanyak 12.787 butir dari hasil pengungkapan kasus narkotika selama periode tersebut.

“Hasil pengungkapan kasus narkotika ini bisa menyelamatkan 19.107 jiwa. Hitungannya, 1 gram sabu bisa dikonsumsi 6 orang berarti 6.320 jiwa bisa diselamatkan, sementara jika 1 butir ekstasi dikonsumsi 1 orang maka 12.787 jiwa diselamatkan,” katanya dalam jumpa pers, Kamis (28/11).

Kasus pertama, papar Kapolresta, yakni penangkapan tersangka I (32 tahun) di Jalan Riau yang sekitar pukul 22.45 WIB diduga membawa narkotika jenis pil ekstasi 103 butir dan satu paket kecil sabu.

Tersangka mengaku pil ekstasi dan sabu tersebut didapat dari seorang laki-laki berinisial D, selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polresta Pekanbaru guna proses hukum lebih lanjut.

Pada 12 November, Sat Resnarkoba Polresta Pekanbaru menangkap tersangka D (40) sekitar pukul 00.30 WIB di Rerum Mutiara Harapan Indah, Tenayan Raya, Pekanbaru.

Tim Apsnal Sat Res Narkoba Polresta Pekanbaru melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap seorang laki-laki inisial AS di Jl. Harapan Utama Kec. Tampan Kota Pekanbaru.

Dari hasil penggeledahan di TKP, ditemukan 21 paket kecil diduga narkotika jenis sabu, 10 butir pil ekstasi logo Alien warna biru, 2  butir pil ekstasi logo LV warna hijau di dalam kamar.

Kemudian dilakukan pengeledahan badan ditemukan lagi 1 paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik hitam, kemudian pengeledahan di dapur rumah tersangka ditemukan di dalam mesin cuci beberapa bungkusan yang telah dibuang oleh tersangka.

Setelah diperiksa ternyata isinya barang bukti berupa 7 paket sedang yang diduga narkotika jenis sabu, 1 paket sedang diduga narkotika jenis sabu warna pink, 70 butir HS, 338 butir diduga pil ekstasi logo alien warna biru, dan 965 butir diduga pil ekstasi logo LV warna hijau.

Saat diintrogasi, tersangka AS mengaku pil ekstasi tersebut didapat dari seorang laki-laki bernama Kenyok (DPO). Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Polresta Pekanbaru guna proses hukum lebih lanjut.

Pada 15 November sekira pukul 16.00 WIB, Opsnal Reskrim Polsek Lima Puluh Polresta Pekanbaru menggeledah rumah kost di Jl. Pahlawan Kerja Gg. Hikmah, Kel. Maharatu, Kec. Marpoyan Damai.

Polisi menemukan dua orang laki-laki penghuni kost dan 1 karung gula warna putih bertuliskan IndoSugar berukuran 50 kg berisi 1 bungkus besar narkotika jenis sabu dan 5 bungkus narkotika jenis pil ekstasi.

Selain itu ditemukan timbangan digital serta 6 bungkus plastik bening berles merah berbagai macam ukuran. Anggota Opsnal Polsek Limapuluh Pekanbaru kemudian membawa kedua laki-laki tersebut beserta barang bukti ke kantor Polsek Limapuluh.

Berdasarkan hasil introgasi tersangka, narkotika tersebut diserahkan oleh laki-laki yang tidak dikenalnya yang disuruh oleh Radi dan akan diantarkan ke tempat yang belum ditentukan sambil menunggu arahan Radi.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 1.000,26 gram dan pil ekstasi 12.000 butir. Tersangka terancam hukuman pidana mati, seumur hidup dan minimal 5 tahun penjara.

Pada 20 November, Polresta Pekanbaru melalui Tim Opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu M. Bahari Abdi melakukan penyergapan tersangka pengedar narkotika inisial Zul (48) dan Sipen (43) di Jl. KH Nasutio,n Air Dingin, Buklt Raya, sekitar pukul 00.30 WIB.

Dalam penyergapan itu, polisi mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 50,16 gram. Pelaku mengaku narkotika diperoleh dari DA yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait