FOKUS

PON XX Papua 2021 Usai, Wapres Ma’ruf Amin: Torang Bisa Bukan Hanya Semboyan, tapi Nyata

PAPUA (tandaseru.id) – PON XX Papua 2021 resmi ditutup oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin. Pesta penutupan gelaran PON XX yang di Stadion Lukas Enembe,  Jayapura tadi malam, Jumat (15/10).

Selain menampilkan tarian khas dari Papua, juga ikut dimeriahkan sejumlah artis nasional termasuk NOAH, Saykoji, Iwa K, Yura Yunita, Andi Rianto, dan juga selebritas lokal asal Papua seperti Nogei, Blasta Rap Merauke, Kork Papua, M.A.C, dan Manggo Rap.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh masyarakat Papua yang ikut serta dalam menyukseskan penyelenggaraan PON XX Papua. Selain sukses sebagai penyelenggara, Papua juga berhasil dari sisi prestasi olahraga.

Menurut Ma’ruf hal terlihat dari melonjaknya peringkat tim Papua pada perolehan medali PON XX. Kontingen Papua menduduki peringkat empat, setelah pada PON tahun 2016 lalu berada di peringkat delapan. “Ini menunjukkan Papua telah menjadi kekuatan elite olahraga nasional. Ini bukti bumi Papua tidak saja kaya, tapi penuh dengan talenta.”

Dalam gelaran PON XX Papua, Jawa Barat berhasil mempertahankan gelar Juara Umum dengan raihan total 353 medali, terdiri atas 133 medali emas, 105 perak dan 112 perunggu.

DKI Jakarta menempati posisi kedua dengan torehan 110 medali emas, 91 perak, dan 100 perunggu. Jawa Timur finish ketiga dengan 110 emas, 89 perak dan 88 perunggu.

Sebagai tuan rumah, Papua berada di peringkat 4 klasemen terakhir dengan total perolehan medali 261 keping, terdiri dari 93 medali emas, 66 medali perak, dan 102 medali perunggu.

Dalam upacara penutupan, Papua secara resmi menyerahkan tongkat estafet pelaksanaan PON XXI kepada Aceh dan Sumatera Utara yang akan menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di Tanah Air selanjutnya pada 2024 mendatang.

Gubernur Papua Lukas Enembe, didampingi Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda mengembalikan bendera PON kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat Marciano Norman yang kemudian diserahkan kepada perwakilan dari Aceh dan Sumatera Utara yang bakal menjadi tuan rumah PON XXI 2024, diwakili Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Usai prosesi penyerahan bendera PON kepada tuan rumah 2024, Aceh menampilkan tarian Ratoh Duek, sedangkan dari Sumatera Utara mempertontonkan tarian adat khas Nias, Karo, Toba.

PON 2024 akan bergulir untuk kali pertama di dua Provinsi. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menpora Nomor 71 tahun 2020 tentang penetapan pemerintah Provinsi Aceh dan pemerintah Sumatera Utara sebagai tuan rumah pelaksana Pekan Olahraga Nasional XXI tahun 2024. (RSA)

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com