FOKUS

Pesantren Rawan Disusupi Paham Radikal, Polda Sultra Gelar Sosialisasi Quick Wins Polri Kontra Radikal

Tandaseru – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya untuk mengantisipasi tersebarnya paham radikal dengan melakukan sosialisasi quick wins Polri kontra radikal (deradikalisasi) terutama di pondok pesantren.

Kali ini, Polda Sultra melakukan sosialisasi ke salah satu pondok pesantren terbesar dan tertua di Kendari, Sultra. Pondok pesantren tersebut adalah Ummusshabri, Kendari, Sultra pada Kamis (5/12).

“Kalau di Polda Sultra ada namanya subdit 4 yang menangani oleh soal radikalisme dan teroris ISIS jadi saya dengan tim ditugaskan untuk mendata pondok-pondok pesantren yang diduga terpapar radikalisme jadi termasuk salah satu pesantren yang besar di sultra inilah Ummusshabri,” kata Kanit III Subdit 4 Ditintelkam Polda Sultra Kompol Jumsah di Kendari, Kamis (5/12).

Jumsah menjelaskan animo dari para santri pun sangat tinggi sekali untuk memahami lebih jauh soal kontra radikal ini. Dia berharap dengan adanya kegiatan ini, semua santri bisa belajar soal radikalisme dan bisa menjauhi paham yang bisa merugikan diri sendiri dan negara tersebut.

“Menjadi sasaran utama kami melakukan kegiatan kontra radikal itu berarti mencegah untuk santri-santri jangan sampai terpapar radikalisme,” jelasnya.

“Jadi memang rutin seperti tadi saya kumpulkan dari ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah untuk memberikan pemahaman masalah radikalisme jangan sampai masuk dalam pesantren ini,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan membenarkan ada masjid atau rumah ibadah dan pondok pesantren yang terindikasi terpapar paham radikal.

Hal itu menanggapi pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang menyebut ada 40 masjid yang terindikasi radikalisme.

“Ada beberapa tempat ibadah ponpes masjid seperti itu ya, rumah singgah. Indikasi terpapar radikal,” kata Budi di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (6/6).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait