FOKUS

Progres 85 Persen, Ini Penampakan Jalan Tol Layang AP Pettarani Makassar

MAKASSAR (tandaseru) – Proyek Tol Layang AP Pettarani dibangun dengan biaya investasi sebesar Rp2,24 triliun dengan progres pengerjaan hingga saat ini sudah mencapai 85 persen.

Konstruksi jalan tol layang terdiri dari 74 pier pada jalan utama, 55 pier pada ramp dengan jumlah box girder sebanyak 2.752 box dan 78 PCU girder dan pembangunannya telah mulai dilaksanakan sejak April 2018.

Jalan tol layang dibangun di atas Jalan Nasional AP Pettarani sehingga bisa berjalan lebih cepat tanpa pembebasan lahan. Ruas ini akan melengkapi ruas tol existing pada Seksi I, II dan IV yang akan beroperasi dengan sistem terbuka sepanjang 10,4 Km dengan jumlah lajur jalan 2 x 2, lebar 3,50 meter, dan memiliki dua on-off ramp yaitu di Boulevard dan Alauddin.

“Dengan progres saat ini 85%, saya berharap, konstruksi dapat selesai tepat waktu dan tol layang dapat dioperasikan pada bulan September 2020,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Dia menekankan pentingnya penggunaan komponen produk dalam negeri dalam rangka menjaga roda ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

“Sebelum muncul kampanye bangga buatan Indonesia, saya sudah berpesan keras sekali untuk kita bisa memanfaatkan produksi dalam negeri di proyek-proyek PUPR. Bahkan saya minta Inspektorat Jenderal untuk memeriksa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam auditnya. Kalau tidak dibuat oleh produsen nasional , minimal pabriknya ada di Indonesia, sehingga tidak perlu impor dagang,” tegasnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menambahkan, pembangunan Jalan Tol Layang AP Pettarani di Kota Makassar dilakukan sebagai upaya untuk mengurai kemacetan lalu lintas, sekaligus berperan sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan jalan tol di Indonesia yang lebih maju dan sejahtera, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Untuk pekerjaan konstruksi tetap berjalan sesuai dengan protokol COVID-19. Juga pelaksanaan kerja konstruksi yang menjamin para pekerja untuk tetap memperoleh penghasilan, sehingga tetap memiliki daya beli untuk memutar perekonomian, dan tidak harus mudik serta tidak kehilangan pekerjaan,” ujar Danang.

Selama masa pandemi Covid-19, pembangunan tol layang dilaksanakan dengan mengacu pada Instruksi Menteri PUPR No.2 tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi , seperti rajin cuci tangan, menjaga jarak aman (physical distancing), penggunaan alat pelindung diri, masker, hingga pemberian nutrisi dan suplemen vitamin yang memadai kepada pekerja di lapangan sehingga tidak ada pekerja konstruksi yang positif Covid-19.

Seremoni pemasangan span terakhir juga disaksikan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Pjs. Walikota Makasar Yusran Yusuf, Konsorsium Investor (PT Margautama Nusantara (MUN).

Hadir juga pihak PT Jasa Marga Tbk, dan PT Bosowa Marga Nusantara) selaku Badan Usaha Jalan Tol (pengelola), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk sebagai Kontraktor Pelaksana dan konsorsium konsultan (Nippon Koei Co., Ltd – PT Indokoei International – PT Cipta Strada, PT Virama Karya, dan PT. Cipta Graha Abadi).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait