FOKUS

Proyek Pelabuhan Patimban Paket 3 Senilai Rp524,1 Miliar di Subang Ditandatangani

JAKARTA (tandaseru) – Proyek pengembangan Pelabuhan Patimban tahap pertama (paket ke-3) Jembatan Penghubung atau Port Development Project (I) Package 3: Connecting Bridge telah ditandatangani pada Kamis (13/2).

Nilai kontrak Paket 3 sebesar Rp524.140.228.418 yang akan dikerjakan selama lebih kurang 630 hari, dengan ruang lingkup kerja meliputi pembersihan lahan, pembongkaran, penggalian struktur, pengaspalan, struktur beton, pekerjaan pendukung, utilitas dan instalasi pipa air suplai.

Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dilaksanakan dalam 3 tahap. Pada tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan dapat melayani 3.75 Juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU).

Pada tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 Juta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7.5 Juta Teus.

Pada tahun 2027 Pelabuhan Patimban akan menjadi pelabuhan besar yang akan difungsikan untuk kegiatan ekspor industri otomotif dari Indonesia ke luar negeri.

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu proyek strategis nasional pelabuhan baru yang dibangun di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan melalui pendanaan dari Official Development Assistance (ODA Loan) Pemerintah Jepang.

Penandatanganan proyek ini dilakukan antara Kementerian Perhubungan dengan Perusahaan Gabungan Wika – PP. Penandatanganan tersebut disaksikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dan Dirjen Perhubungan Laut R. Agus. H Purnomo di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Sesjen Djoko mengatakan, Presiden sangat mengharapkan keberadaan pelabuhan ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian di Indonesia.

Dia menyebutkan pada September 2020 jika berjalan lancar akan dilakukan soft opening untuk Pelabuhan Patimban tahap pertama.

“Pemerintah berharap dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban dapat mengefisienkan biaya ekspor produk otomotif Indonesia ke luar negeri, meningkatkan daya saing, menurunkan biaya logistik di Indonesia, serta mendukung kelancaran arus barang yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” lanjut Sesjen.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait