FOKUS

PSBB Jakarta, Kapolda Metro Jaya: Kendarai Sepeda Motor Tidak Berboncengan

JAKARTA (tandaseru) – Pemprov DKI Jakarta menyebut kendaraan pribadi diperbolehkan saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai efektif pada Jumat (10/4). Namun tetap ada pembatasan penumpangnya.

Terkait hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengungkapkan pembatasan penumpang saat PSBB bukan hanya untuk transportasi umum dan mobil. Melainkan kebijakan itu juga dilakukan untuk sepeda motor.

Artinya, kata Nana, setiap masyarakat tidak diperbolehkan untuk berboncengan dalam satu sepeda motor. Hal ini untuk memutus rantai pandemi Covid-19.

“Demikian kendaraan pribadi misalnya avanza bus 6 ini cuma 3, ini juga berlaku untuk roda dua, tidak boleh ada berboncengan. Ini jelas melanggar pshycal distancing ini boleh 1 orang aja,” kata Nana kepada wartawan, Rabu (8/4).

Selain itu, kata Nana, Polda Metro Jaya menegaskan tidak adanya penutupan atau pengalihan arus lalu lintas untuk keluar maupun masuk ke DKI Jakarta selama masa PSBB.

“Perlu saya sampaikan banyak isu beredar ada penutupan jalan kami sampaikan PSBB ini merupakan opsi yang sangat bijak dan opsi terbaik terkait itu tidak ada penutupan dan pengalihan arus jalan masuk keluar Jakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nana menyebut keputusan PSBB ini merupakan keputusan yang paling baik yang diambil oleh Pemerintah agar tidak lagi terjadi penularan Covid-19.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk mematuhi karena semua inu demi kepentihan masyarakat, kita bersama-sama untuk memerangi COVID-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Selama kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang dimulai pada Jumat (10/4), tidak ada pembatasan untuk kendaraan pribadi. Pembatasan hanya untuk transportasi umum.

Meski begitu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut pembatasan penumpang harus dilakukan untuk mendukung kebijakan physical distancing (jaga jarak).

“Kendaraan pribadi itu tidak ada larangan, yang kita atur adalah kendaraan umum,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4).

“Kendaraan pribadi bisa berkegiatan seperti biasa tetapi harus ada physical distancing. Artinya, kendaraan-kendaraan itu jumlah penumpang per kendaraannya supaya dibatasi,” sambungnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait