FOKUS

Jangan Sampai Terkena Sindrom “Corona Jadi-Jadian” di Tengah Wabah Virus Corona

JAKARTA (tandaseru) – Beberapa bulan belakangan ini seluruh masyarakat di dunia dibuat ketakutan oleh virus corona. Bahkan sampai ada penyakit psikosomatik akibat COVID-19 yang dikhawatirkan akan menyerang masyarakat.

Psikosomatik adalah sebuah penyakit fisik yang timbul akibat faktor mental seseorang yang  sedang mengalami ketakutan, cemas, atau stres.

Yuk simak pembahasan di bawah ini tentang penyakit ini.

Psikosomatik akibat COVID-19

Penyebab psikosomatik virus corona

Psikosomatik virus corona disebabkan karena selama berbulan-bulan kita selalu disajikan tentang pandemi virus yang berasal dari Wuhan ini.

Dari pagi hingga tengah malam yang dibahas selalu mengenai virus corona. Tentu saja hal ini akan sangat memengaruhi otak manusia.

Oleh karenanya, otak bagian pusat memori akan menyimpannya dengan sangat baik. Selain berfungsi sebagai pusat memori, bagian otak yang disebut amigdala juga menjadi pusat kecemasan.

Saat kita merasa takut dan cemas, otomatis tubuh kita akan meresponnya, membuat fisik tubuh menjadi merasa tidak nyaman dan terasa sakit.

Orang yang berisiko mengalami psikosomatik

Hampir semua orang berisiko mengalaminya, terutama bagi mereka yang terlalu memikirkan dan mengikuti berita tentang virus corona.

Bukannya kita tidak boleh mengikuti tentang pemberitaan COVID-19, namun kita tidak perlu mengikuti sepanjang hari karena akan mengakibatkan stres dan menambah ketakutan.

Gejala psikosomatik

Cara Mencegah Corona

Seseorang yang mengalami psikosomatik karena virus corona, biasanya akan merasakan gejala yang sama dengan orang  yang dinyatakan positif COVID-19 ketika mereka membaca atau melihat berita tentang covid-19.

Tiba-tiba tenggorokannya terasa gatal dan nyeri. Lalu batuk-batuk dan seperti sesak nafas. Indikasi ini adalah akibat dari perasaan cemas yang direspon oleh otak.

Cara mencegah psikosomatik

Apakah psikosomatik bisa dicegah? Tentu saja bisa, caranya adalah mengurangi faktor penyebabnya psikosomatik itu sendiri.

Jika penyebabnya adalah karena keseringan menerima berita dan informasi tentang corona, maka yang perlu dilakukan adalah mengurangi untuk menerima informasi itu.

Cukup cari informasi dari sumber yang terpercaya sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan pikiran agar tidak terus terfokus ke Corona.

Jadi, sisa waktunya bisa digunakan untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan. Lebih mudahnya, psikosomatik bisa diartikan juga sebagai sugesti.

Kita semua tahu, jika terlalu mensugesti diri sendiri dengan hal yang negatif pasti tidak baik dampaknya untuk tubuh kita sendiri.

Batuk dan flu biasanya karena sugesti, ini jadi berpikiran jika terkena corona. Tentu kita juga tidak boleh terlalu acuh terhadap wabah ini, kita tetap harus waspada dengan mengikuti semua anjuran dari pemerintah ya.

Jadi update informasi tentang coronanya dari pihak yang kredibel saja, biar tidak terkena psikosomatik akibat Covid-19.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait