FOKUS

Puluhan Angkutan Umum Terjaring Razia Operasi Yustisi, Membawa Penumpang Lebih dari 50 Persen

JAKARTA (tandaseru) – Sebanyak 38 angkutan umum terjaring razia operasi yustisi karena melanggar peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat soal kapasitas penumpang yang melebihi 50 persen dari total penumpang di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

“Operasi Yustisi di pos ceck poin Gambir mengkhususkan angkutan umum yg melebihi 50 persen batas PSBB,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardi saat dihubungi, Senin (21/9).

Lilik merinci dari total angkutan umum yang dirazia, sebanyak 34 merupakan angkutan kota (angkot) dan empat lainnya adalah Bajaj.

“Hasil 34 angkot, Bajaj ada 4,” tambahnya.

Seperti diketahui, Sebelumnya, Pemprov DKI mencabut kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Bersakal Besar (PSBB) masa transisi mejadi PSBB total sebagai langkah rem darurat terkait penanggulangan pandemi virus corona (Covid-19).

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor yakni ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang hampir penuh dan tingkat kematian yang tinggi.

Dalam penerapannya, dibentuk Satgas Operasi Yustisi pendisiplinan aturan protokol kesehatan yang digelar delapan titik itu antara lain Pasar Jumat perbatasan Tangerang, Jalan Perintis Kemerdekaan Perbatasan Bekasi, Kalimalang, Kalideres, Tugu Tani, Asia Afrika, Bundaran HI, dan Semanggi.

Tak hanya itu, operasi juga dilakukan secara mobile dengan cara patroli oleh personel gabungan. Ada 6.800 personel gabungan yang dikerahkan dalam operasi yang digelar selama 24 jam ini.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait