FOKUS

Ratusan Massa PT Palma Satu Demo Tuntut KPK Bukan Blokir Rekening Perusahaan

Tandaseru – Ratusan massa ynag terdiri dari karyawan kebun kelapa sawit PT Palma Satu kembali melakukan aksi untuk yang ke enam kalinya ke gedung KPK pada Rabu (4/12) untuk menuntut agar KPK segera membuka pemblokiran rekening PT Palma Satu.

Koordinator aksi, Antoni Lawolo, mengatakan akibat pemblokiran tersebut ribuan karyawan terancam terkena PHK karena perusahaan tidak bisa membayar gaji. Dalam hal ini, massa meminta KPK tidak untuk tebang pilih dalam penegakan hukum.

“Ini bukan kebencian, ini datang dari hati kami. Semoga bapak mempertimbangkan apa yang kami sampaikan,” kata Antoni dalam orasinya, Rabu (4/12).

Ia mengatakan, KPK selaku lembaga penegakan hukum yang independen dan mempunyai kekuatan penuh tidak boleh tebang pilih dalam upaya penegakan hukum. Apalagi jika disusupi dengan kepentingan,” ucap Antoni.

Menurutnya, dalam bertindak KPK harus mempertimbangkan masyarakat kecil yang terdampak.

“Kami merasakan adanya aroma tebang pilih dan perlakuan tidak adil dari KPK,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejak diblokirnya rekening PT Palma Satu pada 21 Oktober 2019 oleh KPK, karyawannya belum menerima pembayaran gaji. “Keadaan tersebut menyebabkan 1.100 karyawan Kebun Kelapa Sawit PT Palma Satu kehilangan hak untuk hidup,” jelasnya

“Kami juga berharap KPK lebih mengedepankan rasa kemanusiaan ketimbang kekuatannya dan tidak disusupi kepentingan sejumlah oknum,” sambungnya.

Dalam aksi yang keenam kalinya ini, unjuk rasa masa dibalut dengan aksi teatrikal yang menggambarkan keadaan dan tuntutan dari karyawan.

Terlihat seseorang menutupi wajahnya dengan topeng bergambar salah satu pimpinan KPK. Di depannya, berdiri empat orang yang membawa benda seperti tongkat dengan tangan terikat. Sementara itu, tampak empat orang berorasi secara bergantian di atas mobil bak terbuka.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait