FOKUS

Resep Sukses Konten Positif YouTube Jadi Viral, Coba Lakuin!

JAKARTA (tandaseru) – Ketertarikan generasi milenial untuk menjadi content creator diprediksi semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kemajuan teknologi di tahun 2020.

Berbagai platform media juga sangat diminati oleh pengguna internet hampir di seluruh dunia, seperti YouTube yang memungkinkan Anda untuk menggunggah, menonton dan berbagi video.

Tak hanya itu, platform milik Google ini pun belakangan tren karena memberikan peluang usaha yang cukup menjanjikan, pasalnya banyak konten kreator yang sukses meraup pendapatan tinggi dari YouTube.

Hal itu pula yang membuat generasi milenial berlomba-lomba menjadi seorang YouTuber. Kali ini talkshow Ngupi Darurat hadir dengan tema “Positive Content”.

Selama pandemi Covid-19 telah membatasi mobilitas masyarakat seiring adanya imbauan #dirumahsaja, bahkan pandemi ini telah membuat penggunaan internet melonjak.

Tak hanya untuk bekerja, nyatanya banyak masyarakat memakai internet juga untuk kebutuhan hiburan. Tak bisa dipungkiri, saat ini keberadaan konten positif menjadi langka pasalnya kurang menarik perhatian audiens.

“Kita sepakat, saat ini kita butuh media untuk menyebarkan konten positif. Kalau konten positif tidak bersaing, maka keberadaan konten negatif akan lebih mudah disorot oleh masyarakat,” ujar Lutvianto Pebri, Aku Pintar Indonesia.

Berbeda dengan Pebri, Edho Zell mengatakan jika konten positif semakin banyak, hanya saja kurang didukung.

“Sebenarnya konten positif semakin banyak, tapi memang kurang didukung. Ini tak bisa salahkan siapa-siapa karena memang masyarakat cenderung menyukai konten-konten sensasional, atau menjual mimpi,” ungkap content creator, Edho Zell.

Tips sukses Buat Konten YouTube

Untuk membuat konten YouTube, Edho Zell juga mengingatkan bahwa umumnya masyarakat menonton YouTube untuk mencari hiburan.

“Alasannya orang pasti nonton YouTube untuk terhibur, namun bagaimana caranya kita membuat konten yang menghibur, tapi diselipkan nilai-nilai positif dan edukasi,” ujar Edho Zell.

Menurutnya, algoritma YouTube akan mem-boosting konten-konten yang banyak ditonton audiens, Karena dianggap menarik oleh masyarakat. Dengan kata lain berdasarkan viewers.

Oleh sebab itu, jika selama ini konten edukasi kurang diminati masyarakat, mungkin karena cara mengemasnya kurang menarik.

“Misalnya untuk teman pintar atau konten edukasi lainnya seringkali cara penyampainnya kurang fun di Youtube, maka solusinya bisa berkolaborasi dengan orang-orang kreatif sehingga pesan fun dan edukatifnya tersampaikan,” tutur Edho.

Yosi Mokalu juga menambahkan dalam penyampaian konten positif dan edukatif jangan terlalu panjang karena akan membuat viewers menjadi bosan.

Membuat sebuah konten adalah bagaimana mengangkat hal-hal yang paling dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Untuk menambah audiens dan jauh lebih konsisten, formulanya tinggal ikuti hal-hal yang lagi trending atau viral, lalu dibuat dengan kekreatifan kita,” ujar Edho Zell.

Hal ini bertujuan agar saat masyarakat mencari hal-hal yang tengah viral, maka memudahkan untuk menemukan channel kita.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait