FOKUS

Revisi UU Timbulkan Gejolak, Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa Ajak Tempuh Jalur Konstitusi

Tandaseru – Beberapa elemen mahasiswa terus melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI terkait revisi dan rancangan Undang-Undang yang dilakukan pemerintah sejak 23 September lalu.

Terkait itu, Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa mengajak elemen mahasiswa lainnya untuk menempuh jalur konstitusi menyikapi adanya revisi sejumlah undang-undang. Salah satunya yaitu uji materi terhadap hasil revisi undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Yang kita lakukan adalah yudisial review karena undang-undang ini dibentuk dengan jalur konstitusi,” kata Abraham, perwakilan Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa, di sesi diskusi di Jakarta Pusat, Jumat (27/9).

Sebelum mengajukan uji materi atau judisial review ke Mahkamah Konstitusi (MK), kata dia, dapat digelar diskusi akademik. “Mari kita bergerak untuk mengkritisi ataupun membuat poin-poin yang mungkin itu merugikan mari kita uji di MK,” ujarnya.

Adapun melihat perkembangan gerakan mahasiswa dan pelajar belakangan ini, pihaknya mendukung gerakan mahasiswa sebagai bentuk aspirasi dan penyampaian pendapat yang demokratis dan diatur oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Dia menegaskan, gerakan mahasiswa dan pelajar itu tidak memiliki tendensi apapun dalam mendelegitimasi hasil Pemilu 2019.

“(Gerakan Mahasiswa,-red) jangan diplintir. Saya meminta kepada siapapun di Indonesia ini yang berkepentingan jangan kacau balaukan Indonesia, jangan dirusak. Indonesia ini butuh tenang, Indonesia ada harapan menuju Indonesia yang maju,” tambahnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait