FOKUS

RI Tegaskan Tiap Negara Berhak Manfaatkan Teknologi Nuklir untuk Tujuan Damai

WINA (tandaseru) – Upaya penguatan keamanan nuklir harus dilaksanakan secara komprehensif, tidak hanya menyasar pada material nuklir untuk tujuan damai, tetapi juga pada material nuklir untuk keperluan militer dan persenjataan.

Sikap tegas ini disampaikan oleh Wakil Tetap Republik Indonesia di Wina Dubes Dr. Darmansjah Djumala dalam 2020 International Conference on Nuclear Security (ICONS) of the International Atomic Energy Agency (IAEA) di Kantor PBB Wina, Selasa (11/2).

ICONS tahun ini berhasil mengadopsi Deklarasi Menteri yang akan menjadi pedoman kebijakan aktivitas keamanan nuklir IAEA.

Deklarasi juga menegaskan kembali bahwa tiap negara memiliki kewajiban fundamental mengontrol semua material nuklir dan radioaktif yang berada di bawah pengawasannya.

Adapun IAEA dituntut untuk tetap memainkan peranan sentral dalam memfasilitasi kerja sama internasional keamanan nuklir.

Indonesia yang turut mendukung adopsi Deklarasi ini telah meratifikasi sejumlah instrumen kunci internasional, di antaranya Konvensi Perlindungan Fisik Material Nuklir (Convention on Physical Protection on Nuclear Material/CPPNM).

Selain itu, Konvensi Internasional Penanggulangan Tindakan Terorisme Nuklir (International Convention on the Suppression of Acts of Nuclear Terrorism/ICSANT). Hal ini menjadi bukti nyata komitmen dan kontribusi Indonesia memperkuat arsitektur keamanan nuklir global.

Sidang ICONS IAEA di Kantor PBB Wina, 10-14 Februari 2020. (KBRI/PTRI Wina)

Dubes Djumala selaku Ketua Delegasi RI juga mengingatkan bahwa sekalipun keamanan nuklir penting, namun bagi Indonesia hak tiap negara atas pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai merupakan prioritas utama yang tidak boleh dihalangi.

Delegasi RI juga diikuti oleh Kepala BATAN Prof. Anhar Riza Antariksawan dan Kepala BAPETEN Prof. Jazi Eko Istiyanto.

ICONS merupakan pertemuan tingkat menteri untuk saling bertukar pikiran mengenai pengalaman dan capaian tiap negara dalam memperkuat keamanan nuklir untuk mencegah jatuhnya material nuklir dan radioaktif ke tangan pihak-pihak yang tidak berhak, seperti kelompok kriminal dan teroris.

ICONS diadakan setiap 3 atau 4 tahun sejak 2013 di Wina, Austriq. ICONS kali ini diselenggarakan pada 10-14 Februari 2020 yang dihadiri tidak kurang 2.000 delegasi dari 130 negara, dan dibuka oleh Dirjen IAEA Rafael M. Grossi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait