FOKUS

Sabu 100 Gram dari Kalimantan Terendus, Polisi Tangkap 2 Warga Bitung

MANADO (tandaseru) – Subdit 3 Ditresnarkoba bersama Tim Bantek Ditresnarkoba Polda Sulut berhasil menangkap FP alias Aan (26), warga Bitung saat mengambil paket kiriman di salah satu tempat jasa pengiriman, Kamis (9/1).

Hal tersebut disampaikan Direktur Resnarkoba Polda Sulut saat memimpin press conference didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulut AKBP Merrry Kaligis, di Gedung Ditresnarkoba Polda Sulut, Selasa (14/1).

Dia mengatakan hasil interogasi terhadap FP terungkap jika pengambilan paket kiriman sabu tersebut atas perintah dari RA (31) warga Bitung yang saat ini sedang menghuni Lapas Tuminting.

Dari FP, petugas berhasil menyita sebanyak 10 kantong plastik bening berisi kristal sabu dan 1 kantong kecil kristal sabu dengan total seberat 100 gr, 183 buah plastik klip bening ukuran kecil, 1 dos ukuran sedang bertuliskan alamat pengiriman MR, 1 buah HP Realmi 3 milik FP dan 1 buah HP Realmi milik RA.

“Modus operandinya control delivery, yaitu pengiriman lewat TIKI. Barang dikirim dari Kalimantan ke Manado melalui jasa kurir,” ujar Direktur.

Sabu tersebut katanya dikirim bersama paket makanan ringan berupa dodol duren, dan dikemas menyerupai dodol.

“Keduanya sudah dilakukan penahanan di Direktorat Resnarkoba Polda Sulut dan sementara diproses sidik,” ucap Direktur. Pengungkapan kasus ini juga merupakan kerja sama dengan petugas yang ada di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tuminting.

Dari keduannya ini terungkap ada modus baru dari kasus penyalahgunaan narkoba ini, bahwa narkoba ini dikover melalui bahan makanan nanti diedarkan melalui napi yang ada di dalam Lapas, mempunyai kurir yang berada di luar, bertransaksi melalui hp dan nanti kurir yang akan meletakkan pada tempat yang ditentukan untuk diambil oleh pembelinya.

“Kepada masyarakat saya imbau jauhi narkoba, hati-hati karena selain narkoba ini punya efek kesehatan, juga menularkan penyakit-penyakit yang berbahaya juga,” pesan Dirresnarkoba.

Para pelaku dikenakan UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp. 8 Miliar.

Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, menambahkan, Polri saat ini tidak main-main dengan kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

“Saat ini Indonesia berada dalam kondisi darurat bahaya narkoba, oleh karena itu siapapun yang mengetahui hal ini, silahkan laporkan ke pihak yang berwajib, kita akan tindak tegas,” kata Kabid Humas.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait