FOKUS

Sadis! Adik yang Kubur Kakaknya di Kontrakan Depok Bunuh Pakai Tabung Gas LPG 3 Kg

DEPOK (tandaseru) – Polisi telah menangkap pembunuh Dedi yang jasadnya dikubur di bawah lantai sebuah kontrakan di kawasan Sawangan, Depok yang merupakan adiknya sendiri bernama Juana.

Tersangka membunuh kakaknya sendiri pada 14 November 2020 lalu secara sadis. Dia membunuh dengan menggunakan sejumlah benda tumpul hingga tabung gas LPG 3 kilogram.

“Menganianya korban dengan beberapa benda tumpul diantaranya yang paling mematikan adalah dipukul dengan menggunakan tabung gas LPG 3 kg di bagian dada, punggung, dan kepala,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah dalam konferensi pers, Kamis (19/11).

Saat ini, tersangka sudah dibawa ke Polres Metro Depok untuk menjalani pemeriksaan secara intensif. Selain itu, polisi juga masih mendalami soal kasus pembunuhan lainnya yang juga dilakukan tersangka pada Agustus 2020 lalu.

Disamping itu, kata Azis, pihaknya belum akan memeriksa psikologi atau tes kejiwaan terhadap tersangka. Jika pemeriksaan terhadap tersangka tidak stabil, maka polisi baru akan memeriksa kejiwaan tersangka.

“Nanti kita dalami dulu ya, kalau pemeriksaannya stabil tidak perlu. Tapi kalau labil kita perlu melakukan pemeriksaan psikologi,” ucapnya.

Sebelumnya, pelaku pembunuh Dedi yang jasadnya dikubur di dalam kontrakan bernama Juana berhasil ditangkap di daerah Bogor, Jawa Barat pada Kamis (19/11). Tersangka ternyata merupakan adik korban.

Peristiwa pembunuhan ini diketahui ketika pemilik rumah kontrakan yang ditinggali keduanya curiga karena ada satu keramik yang warnanya berbeda. Setelah dibongkar, ternyata ditemukan jasad korban sudah dikubur disana.

Jasad pria itu diduga berusia 40 tahun dan ditemukan sudah dalam kondisi terkubur di dalam lubang sedalam 1,5 meter dengan lebar 40 centimeter yang kemudian ditutup dengan keramik dengan posisi duduk bersikukuh.

Setelah itu, jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan otopsi.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 340 dan 338 KUHP yaitu pembunuhan perencanaan dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, atau 15 tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait