FOKUS

Satreskrim Polresta Pekanbaru Ciduk Pelaku Jambret di Cempaka

PEKANBARU (tandaseru) – Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap kasus jambret yang tergolong sadis di Jalan Cempaka, Kecamatan Sukajadi, Jumat (14/2).

Korban bernama Lindawati Sofian (55) sempat dirawat di sebuah rumah sakit akibat terpental ke aspal dan tidak sadarkan diri. Peristiwa jambret terjadi pada 9 Desember 2019 yang sebelumnya sempat viral melalui rekaman CCTV di media sosial.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya dalam konferensi press yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Awaludin Syam dan Kanit Buser Ipda Aprino mengatakan salah satu dari pelaku yang viral di media sosial Jalan Cempaka tersebut berhasil diamankan.

“Pada Minggu (19/2) kita berhasil mengamankan salah satu pelaku jambret tergolong sadis yaitu MD alias Buyung (18) yang terjadi di Jalan Cempaka,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, Jumat (14/2).

Dijelaskannya, keberhasilan penangkapan ini berkat kerja keras dari teman-teman khususnya Satreskrim Polresta Pekanbaru beserta jajaran Polsek Tampan maupun Polsek Sukajadi.

“Berdasarkan hasil olah TKP, kami mengumpulkan petunjuk kemudian pemeriksaan saksi termasuk juga berdasarkan ciri-ciri pelaku yang disampaikan oleh korban,” jelas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya

Dia mengatakan tim Satreskrim Polresta beserta jajaran awalnya mengamankan penadahnya berjumlah 3 orang, lalu tim berhasil mengamankan kembali 1 orang lagi yaitu MD pelaku jambret tersebut.

“Awalnya Tim Satres Kriminal Polresta Pekanbaru beserta Polsek Tampan dan Polsek Sukajadi melakukan penangkapan terhadap penadah HP barang curian korban yang saat ini berjumlah 3 orang. Setelah dilakukan pengembangan, tim mengamankan 1 orang  yaitu MD sebagai pelaku jambret di Jalan Cempaka tersebut dan dari pelaku MD berhasil kembali menangkap RR (17) yang merupakan anak di bawah umur,” ungkapnya.

Tersangka MD katanya dengan modus memepet korban dari belakang lalu merampasnya. “Pelaku beraksi secara hunting di jalanan dan melancarkan aksinya tidak melihat mau cewek ataupun cowok, bahkan di tempat keramaian tersangka tetap melancarkan aksinya,” tutur Kapolresta Pekanbaru

“Tugas MD sebagai eksekutor pada saat melakukan aksinya di Jalan Cempaka tersebut, bersama rekannya DC (DPO, red) yang tugasnya sebagai membawa motor Honda Vario. Dari pengakuan MD, dirinya sudah beraksi 4 kali yaitu TKP di Jalan Suka Karya 2 kali, dan Jalan Sudirman belakang MP, serta Jalan Cempaka. Uang hasil jambretnya digunakannya untuk foya-foya serta booking hotel, membeli narkoba,” beber Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya

Untuk pasal yang diterapkan terhadap pelaku MD sebagai eksekutor adalah 365 ayat (1) KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait