FOKUS

Sebelum Rusuh, Mahasiswa yang Demo Ingin Masuk dan Kuasai DPR

Tandaseru – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menyebutkan mahasiswa yang melakukan demo di depan Gedung DPR/MPR RI sempat ingin merangsek masuk dan menguasai gedung DPR sebelum kerusuhan pecah.

Gatot mengungkapkan massa mahasiswa awalnya meminta perwakilan massa untuk bisa berkomunikasi dengan pimpinan DPR. Namun, setelah pimpinan DPR menyetujui, massa meminta pimpinan DPR itu berbicara ditengah-tengah massa.

“Dari adik-adik mahasiswa menghendaki Ketua DPR dan pimpinanya untuk datang ketengah-tengah adik-adik mahasiswa yang sedang laksanakan unjuk rasa,” kata Irjen Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (25/9).

Pihak kepolisian tidak mengizinkan Ketua DPR untuk berada ditengah-tengah massa. Polisi mempertimbangkan berbagai faktor hingga akhirnya pertemuan itu tidak berlangsung.

Massa disebutnya memberikan peringatan keras kepada pihak kepolisian saat itu. Massa mengancam akan mendobrak pagar gedung DPR dan memaksa masuk ke dalam gedung itu jika Ketua DPR tidak dihadirkan ditengah-tengah massa hingga sekitar pukul 16.00 WIB.

“Dia (massa) mengultimatum, mengultimatum pihak kepolisian apabila pukul 16.00 WIB pimpinan DPR nggak ada ditengah-tengah maka mereka akan dobrak pintu DPR. Itu yang mereka katakan,” jelas Gatot.

Gatot menyebut massa berniat memaksa masuk dan menguasai gedung DPR. Gedung DPR disebutnya sebagai titik vital yang harus dilindungi oleh pihaknya.

“Pukul 16.05 WIB mereka menyampaikan yel-yel untuk masuk ke dalam dan anggota kita yang ada di dalam pagar sudah mulai didorong, dilempari baik gunakan botol aqua maupun batu,” kata Gatot.

“Sedangkan disamping kanan itu sudah mulai merusak pagar DPR, karena apa? karena tujuannya untuk masuk ke dalam DPR dan ingin menguasai DPR,” sambungnya.

Mendapat tekanan, akhirnya polisi melakukan tindakan tegas dengan menyiramkan air ke arah massa. Namun massa enggan menyingkir dan tetap mendorong pagar gedung DPR.

Polisi akhirnya menyemprotkan gas air mata ke arah massa. Gatot menegaskan penembakan gas air mata hanya bertujuan untuk membubarkan massa.

“Kita menyemburkan air dengan water canon dan kedua kita tembakkan gas air mata hanya untuk bubarkan saja,” pungkas Gatot.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait