FOKUS

Segera Dibangun 2020, PLTA Kayan Bakal Tarik Investor ke Kaltara

Tandaseru – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan langsung untuk Provinsi Kaltara saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 di Jakarta, Kamis (28/11) lalu.

Arahan itu adalah agar rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan segera dimulai pada 2020. Bahkan, Presiden menyatakan akan memantau terus perkembangannya.

“Menurut Presiden, PLTA Kayan merupakan salah satu sumber baru pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Lewat PLTA Kayan juga akan meningkatkan daya saing Indonesia,” kata Irianto mengutip arahap Presiden, Selasa (3/12).

Menurut Irianto, Presiden memproyeksikan akan ada penghematan biaya produksi atau production cost tenaga listrik. Selama ini, apabila mengandalkan batubara biaya produksi bisa mencapai 6-7 sen dolar AS, sementara apabila menggunakan hydro power hanya sekitar 2 sen dolar AS.

“Pak Jokowi berharap, dengan pemanfaatan hydro power ini, investor akan berdatangan ke Indonesia, khususnya Kaltara. Sekali lagi, ini penegasan dari Pak Presiden,” kata Gubernur. Dari PLTA Kayan, diharapkan energi listrik yang dapat dihasilkan mencapai 11 ribu megawatt (MW).

Tak hanya PLTA Kayan, di Kaltara juga akan dibangun PLTA di Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau. Oleh Presiden Jokowi, PLTA dengan kapasitas 1.375 MW ini juga didorong percepatannya. “Pak Presiden mendorong percepatan pembangunan dua hydro power di Kaltara ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, PLTA Mentarang rencananya dibangun atas kerja sama dua perusahaan, yaitu Kayan Hidro Power Nusantara atau PT Kayan Investama Internasional (KII) Group dari Indonesia, dengan Sarawak Energy Berhad (SEB) dari Malaysia.

Irianto mengupayakan untuk memenuhi arahan Presiden terkait dengan pencarian sumber baru pertumbuhan ekonomi, selain hydro power. Ini sekaitan dengan transformasi ekonomi yang tengah dikejar oleh pemerintah.

“Selama ini Indonesia banyak mengekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah, seperti nikel, timah, bauksit, hingga batu bara. Padahal, apabila komoditas tersebut diolah sehingga menghasilkan produk turunan berupa barang jadi atau setengah jadi maka akan memiliki nilai tambah yang lebih besar,” urai Gubernur.

Mengulang pernyataan Presiden, Irianto menganalogikan batubara yang apabila diolah menjadi DME atau polypropylene bisa mengganti impor Indoensia atas LPG, atau mengganti impor bahan-bahan baku untuk pakaian.

“Demikian juga dengan produk lain seperti kelapa sawit yang bisa diolah menjadi biodiesel, dan nikel, mangan, serta cobalt yang produk turunannya bisa menjadi bahan untuk lithium baterai,” ungkap Irianto.

Lebih jauh, Presiden menyebut, pemerintah tengah mengatur strategi besar bisnis negara agar Indonesia bisa menjadi pemain besar penghasil produksi lithium baterai dunia.

“Ke depan yang namanya mobil listrik itu pasti akan besar-besaran diproduksi karena orang sudah tidak senang lagi menggunakan energi fosil,” ulas Gubernur.

Potensi lainnya adalah melalui pengembangan destinasi pariwisata baru. Pemerintah kini tengah berfokus mengerjakan 10 Bali baru, di mana 5 destinasi pertama yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur, Danau Toba, dan Manado ditargetkan selesai pada 2020.

“Di destinasi wisata itu, airport terminal dibesarkan, runway diperpanjang semuanya, jalan menuju tempat-tempat wisata dikerjakan semuanya,” jelas Irianto.

Di samping itu, untuk bisa bertahan dalam situasi global yang tidak menentu adalah dengan tetap optimis. Terkait hal ini, Presiden mengajak para pelaku usaha dan investor untuk tidak ragu-ragu jika hendak menanamkan investasinya.

Karena, menurut Presiden, pemerintah kini tengah membangun iklim investasi yang lebih baik. Salah satu caranya yaitu dengan penyederhanaan regulasi dan birokrasi melalui pembuatan omnibus law dan pemangkasan eselon.

“Para pengusaha, jangan sampai ada yang menyampaikan wait and see. Kalau mau investasi, investasi lah karena kita akan memperbaiki iklim investasi itu,” tutup Irianto.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait