FOKUS

Selain Kalapas, Polda Metro Juga Akan Periksa 6 Pejabat Lapas Klas I Tangerang

JAKARTA (tandaseru.id) – Polda Metro Jaya juga akan memeriksa 6 pejabat Lapas Klas I Tangerang selain Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Tangerang, Victor Teguh Prihartono terkait kasus kebakaran pada Rabu (14/9).

Enam pejabat lainnya yakni Kepala Tata Usaha, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kelapa Bidang Administrasi, Kepala Sub Bagian Hukum, Kepala Seksi Keamanan, dan Kepala Seksi Perawatan.

“Yang baru datang dua, Kalapas dan Kepala Tata Usaha dari Lapas Kelas I Tangerang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/9).

Yusri menyebut penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap Kalapas dan Kepala Tata Usaha Lapas Klas I Tangerang. Dia berharap lima pejabat lainnya bisa hadir pula memenuhi panggilan penyidik.

“Ini lima yang masih kami tunggu, masih ada waktu. Kami harapkan kehadiran kelima lagi,” katanya.

Diketahui, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten ludes dilalap si jago merah pada Rabu (8/9) sekitar pukul 01.45 WIB. Dalam hal ini, total 48 orang penghuni tahanan tewas

Selain korban jiwa, ada juga puluhan penghuni Lapas yang mendapatkan luka-luka akibat kebakaran tersebut.

Di sisi lain, polisi telah menaikan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan karena ditemukannya unsur pidana. Adapun pasal yang diterapkan adalah Pasal 187 KUHP, Pasal 188, dan Pasal 359 KUHP.

Dalam Pasal 187 KUHP itu sendiri dijelaskan; “Barangsiapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam (1). dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang; (2). dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain; (3). dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati.

Sedangkan Pasal 188 KUHP, berbunyi; Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati.

Kemudian, Pasal 359 KUHP disebutkan; Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com