FOKUS

Selama Covid-19, Kementerian PANRB: Aduan Masalah Pemberian Bansos Capai 6.549 Laporan

JAKARTA (tandaseru) – Jumlah aduan yang masuk melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N)-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) terus meningkat selama pandemi Covid-19.

Salah satunya terkait pemberian bantuan sosial. Untuk itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melakukan monitoring tindak lanjut aduan masyarakat selama pandemi khususnya terkait bantuan sosial.

Laporan terkait dengan Covid-19 termasuk jenis laporan yang memerlukan penyelesaian cepat karena sebagian besar laporan tersebut berkaitan dengan momen tertentu.

“Sehingga apabila masyarakat terlambat mendapatkan jawaban, tindak lanjut tidak akan signifikan membantu masyarakat pengirim laporan,” ujar Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa saat memberikan arahan dalam Rapat Evaluasi Pengelolaan Pengaduan Terkait Bantuan Sosial untuk Menghadapi Pandemi Covid-19 secara virtual, Jumat (29/05).

Jumlah laporan dengan topik bantuan sosial mencapai 6.549 laporan atau 32 persen dari total laporan yang terkait dengan Covid-19.

Namun untuk penanganannya, status laporan dari bantuan sosial yaitu sebesar 24 persen belum terverifikasi dan 21 persen belum ditindaklanjuti.

Lebih lanjut disampaikan, sebagai sistem yang disediakan untuk memfasilitasi pengawalan dan pengawasan masyarakat terhadap program dan kebijakan pemerintah, SP4N-LAPOR! diharapkan dapat mendukung program pemerintah.

“Diharapkan dapat bermanfaat dalam mengakomodasi kekurangan-kekurangan program kebijakan pemerintah khususnya selama masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

 

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait