FOKUS

Selesai Diperiksa Polisi soal Laporannya, Moeldoko Dicecar 20 Pertanyaan

JAKARTA (tandaseru.id) -Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko diam-diam sudah menjalani pemeriksan sebagai saksi pelapor terkait laporannya terhadap dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW).

Moeldoko mengaku diperiksa sebanyak 20 pertanyaan oleh penyidik Bareskrim Polri. Dengan menggunakan baju batik, Moeldoko keluar dari Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 15.11 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya.

“Saya memenuhi panggilan selaku pelapor, kurang lebih 20 pertanyaan semua,” kata Moeldoko kepada wartawan di Bareskrim Polri, Selasa (12/10).

Mantan Panglima TNI ini menegaskan sebagai warga negara yang baik, dirinya akan mengikuti proses sesuai denga ketentuan yang telah ditetapkan.

“Ya saya selaku warga negara yang baik mengikuti prosedur dan aturan yang telah ditetapkan,” terangnya.

Diketahui, Moeldoko melaporkan dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayoha dan Miftah ke Bareskrim Polri. Laporan itu teregister dengan Nomor: STTL/361/IX/2021/BARESKRIM.

Dalam laporannya Moeldoko mempersangkakan Egi dan Miftah dengan Pasal 45 Ayat 3 Juncto Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP.

“Saya hormati lembaga ini lembaga penegak hukum. Saya datang sendiri sebagai warga negara,” kata Moeldoko di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/9).

Moeldoko mengemukakan alasan dirinya membuat laporan ini ialah lantaran kedua terlapor tidak menunjukkan itikad baiknya. Padahal, dia mengklaim telah memberikan kesempatan kepada keduanya untuk meminta maaf atas tudingan yang ditujukan kepadanya.

“Tapi sampai dengan saat ini itikad baik saya tidak dilakukan, dengan terpaksa saya selaku warga negara yang punya hak yang sama dengan yang lain, saya lapor,” katanya.

Di sisi lain, Moeldoko juga mengklaim jika dirinya bukanlah pejabat yang anti-kritik. Namun menurutnya tudingan yang ditujukan kepadanya oleh terlapor sudah menyangkut persoalan pribadi.

“Moeldoko nggak pernah anti kritik. Kita membuka program di KSP Mendengar, itu orang yang datang ke KSP saya suruh marah-marah gebrak meja biasa aja saya. Nggak ada anti kritik,” kata dia.

“Tapi ini lain persoalannya. Ini sudah berkaitan dengan persoalan pribadi yang harus diselesaikan. Saya punya istri punya anak, nanti jadi beban mereka. Saya tidak ingin itu,” imbuhnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com