FOKUS

Seorang Guru di Prancis Dipenggal, Diduga Terkait Kartun Nabi Muhammad

PARIS (Tandaseru) – Kepolisian Prancis menangkap sembilan orang setelah seorang tersangka memenggal kepala seorang guru sekolah di jalan pinggiran kota Paris pada Jumat (16/10).

Polisi coba memastikan apakah penyerang, yang ditembak mati oleh polisi, bertindak sendiri atau memiliki kaki tangan. Media Prancis melaporkan dia berusia 18 tahun asal Chechnya.

“Para saksi mendengar penyerang berteriak Allahu Akbar,” kata sumber kepolisian.

Korbannya, seorang guru sejarah yang awal bulan ini menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad di kelas kewarganegaraan tentang kebebasan berekspresi.

Presiden Emmanuel Macron menyebut insiden tersebut sebagai terorisme. Empat kerabat penyerang, termasuk seorang anak di bawah umur, ditahan beberapa jam setelah serangan di pinggiran kota kelas menengah Conflans-Sainte-Honorine.

Namun sayangnya belum ada komentar lebih lanjut dari Angkatan Laut AS soal ini. AS-China bersitegang di banyak hal termasuk perdagangan dan teknologi serta corona dan Hong Kong.

Lima orang lagi ditahan semalam, di antaranya dua orang tua murid di College du Bois d’Aulne, tempat guru itu bekerja.

Para pemimpin Muslim mengutuk pembunuhan tersebut. Banyak tokoh publik menganggap aksi itu sebagai serangan terhadap inti kenegaraan Prancis dan nilai-nilai sekularisme, kebebasan beribadah dan kebebasan berekspresi.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait