FOKUS

Setelah 5 Tahun, Pembunuh Office Boy Kampus AKRB Akhirnya Ditangkap

BANTUL (tandaseru) – Setelah 5 tahun lamanya, jajaran Polres Bantul akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap penjaga malam sekaligus office boy kampus AKRB bernama Witarno di Kecamatan Banguntapan.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto menuturkan 5 tahun yang lalu telah terjadi pencurian disertai pembunuhan yang menimpa Witarno (36) warga Kedungan RT 006/004, Sambeng, Borobudur, Magelang.

Witarno meninggal dengan luka terbuka di bagian kening dan beberapa bagian tubuhnya yang lain. “Korban meninggal saat berjaga di Kampus AKRB Sorowajan Banguntapan,”ujar Kombes Yulianto.

Dia didampingi Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudi Satria, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono dan Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat jumpa pers di lobi Mapolres Bantul, Jumat (4/9).

Korban pertama kali ditemukan oleh dua rekan kerjanya sekitar pukul 07.30 WIB saat akan membuka kampus tersebut. Saat itu, dua rekan kerjanya kesulitan masuk ke dalam ruangan tempat korban berjaga sebab pintu ruangan dikunci dari dalam.

Kedua rekan korban langsung naik ke atas genting untuk masuk ke dalam ruangan. Ketika sudah masuk ke dalam ruangan, keduanya terkejut mendapati Winarto sudah meninggal dunia dengan luka kening terbuka dan beberapa bagian tubuh lainnya juga mengalami luka.

“Selain menemukan korban dalam keadaan meninggal, saksi juga melihat almari bagian keuangan dalam keadaan terbuka dan acak-acakan, namun uang maupun barang tidak ada yang hilang,”tambahnya.

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria menambahkan, usai mendapat laporan tersebut polisi lantas melakukan penyelidikan. Berdasarkan olah TKP telah ditemukan sidik jari laten dan selanjutnya dilakukan penyelidikan. Dari kejelian polisi diperoleh informasi jika yang bersangkutan ini adalah pelaku kasus pencurian di SMA Depok

“Jadi lepas dari jalani hukuman, pemain yang sama itu melakukan kejahatan di AKRB ini,”ungkapnya.

Pihaknya berusaha mencocokan sidik jari di AKRB dan juga peristiwa di Depok. Kemudian dikoneksikan dengan sidik jari E-KTP muncul identitas atas nama YW dan setelah dilakukan pembanding dengan sidik jari di TKP identik. Tak hanya satu peristiwa, ternyata sidik jarinya identik di empat lokasi kejahatan yang berbeda.

Pada Rabu (2/9) polisi akhirnya berhasil mengamankan orang yang diduga pelaku pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan di Kampus AKRB Sorowajan, Banguntapan tersebut. Polisi lantas membawa orang tersebut ke Polres Bantul guna pengusutan dan penyidikan lebih lanjut.

“Kami mengamankan satu buah linggis dan satu buah Obeng. Meski 5 tahun ternyata barang bukti masih ada,”tambahnya.

Dia mengakui cukup lama mengungkap kasus tersebut karena harus mencocokan sidik jari dengan beberapa kasus pencurian lainnya. Pihaknya mendapatkan pola identik dan sidik jari yang sama dalam beberapa lokasi pencurian. Sehingga dapat disimpulkan jika pelakunya adalah orang yang sama dengan pelaku di AKRB.

Kombes Burkan mengungkapkan pola pelaku yang digunakan adalah mencongkel jendela dengan linggis. Kemudian obeng yang dibawa pelaku digunakan untuk mencongkel benda-benda yang diduga untuk menyimpan uang atau barang berharga.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait