FOKUS

Sikorsky S-97 Raider Versus Bell 360 Invictus, Siapa Menang?

WASHINGTON DC (tandaseru) – Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat akan memilih salah satu desain helikopter yang lolos dalam program pengadaan yang disebut FARA (Future Attack Reconnaissance Aircraft) guna menggantikan heli intai serang OH-58D Kiowa Warrior yang pensiun dini tahun 2017.

Heli intai serang baru yang terpilih nanti dijadwalkan terbang perdana pada tahun 2023 dan masuk dalam dinas aktif Angkatan Darat AS pada tahun 2028.

Dalam program FARA ini, Angkatan Darat AS telah memilih desain Sikorsky S-97 Raider dan desain Bell 360 Invictus serta menyingkirkan tiga kontestan lainnya yaitu AVX, Boeing dan Karem.

Desain Sikorsky S-97 Raider memiliki rotor utama kembar yang berputar berlawanan. Sedangkan Bell 360 Invictus lebih konvensional, namun bentuknya memiliki sudut-sudut tajam yang menandakan kemampuan moda siluman.

Saat ini, Angkatan Darat AS mengandalkan ratusan heli serang Boeing AH-64Apache untuk peran pengintai meskipun bentuk Apache terlalu besar, lambat dan berat.

Untuk mengganti OH-58D dan AH-64 secara memadai, helikopter baru perlu membawa sensor canggih dan senjata berat jarak jauh. Juga harus mampu terbang selama berjam-jam dengan kecepatan tinggi untuk menghindari serangan pertahanan musuh.

Selama lebih dari 20 tahun AD-AS gagal untuk menggantikan OH-58, yang pertama kali terbang dalam versi OH-58A tahun 1966. Kemudian ditingkatkan menjadi Model-D Kiowa Warrior pada akhir 1980-an dengan menambahkan sensor dan senjata baru.

Dalam upaya pertamanya untuk menggantikan OH-58D, AD-AS pada 1990-an membayar Boeing dan Sikorsky untuk mengembangkan RAH-66 Comanche, sebuah helikopter dengan kemampuan stealth yang sangat mahal. namun pada kenyataannya tidak memenuhi performa yang diminta AD-AS. Tahun 2004 Angkatan Darat AS akhirnya membatalkan Comanche.

Selanjutnya AD-AS menugaskan Bell untuk mengembangkan ARH-70, sebuah heli intai serang non-siluman yang mirip dengan OH-58D tetapi lebih besar dan lebih canggih. Bell dan Boeing bertengkar karena penundaan program dan kenaikan biaya. ARH-70 akhirnya dibatalkan pada tahun 2008..

Setelah gagal dua kali untuk menggantikan OH-58D, Angkatan Darat malah menghabiskan jutaan dolar untuk meningkatkan kemampuan Kiowa sebelum akhirnya membuang mereka tanpa pengganti.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com