FOKUS

Soal Bintara Dianiaya Seniornya di Polres Pariaman, Ini Kata Kalemdikpol Polri

JAKARTA (tandaseru) – Bintara polisi di Polres Pariaman, Sumatera Barat dianiaya seniornya seorang perwira polisi berpangkat Ipda karena anggota polisi berpangkat bintara telat melakukan apel.

Peristiwa penganiayaan itu direkam dalam video dan menyebar di masyarakat. Polda Sumbar sendiri sudah mengambil tindakan pemeriksaan.

Terkait kasus itu, Kalemdikpol Polri Komjen Arief Sulistyanto yang diminta pendapat soal pembinaan polisi memberi tanggapan.

“Kami bekerja di hulu, dengan adanya fenomena seperti ini harus menjadi pelajaran bagi taruna Akpol (calon perwira polisi) yang saat ini sedang dalam program pendidikan. Sejak saya Kalemdiklat sudah saya buat komitmen integritas terhadap seluruh taruna,” beber Arief dalam keterangannya, Kamis (26/3).

Arief membagikan video saat dia memberikan pengarahan ke Taruna Akpol beberapa bulan lalu dan menjelaskan biasanya perwira polisi yang bersikap tidak profesional itu bermasalah saat menjalani pendidikan.

“Biasanya Perwira yang seperti itu waktu yunior tarunanya penakut dan cengeng. Setelah bertugas, pengawasan tidak seketat di Akpol. Di sinilah peran dari Kasatwil selaku atasannya untuk membina dan mengarahkan,” ungkap Arief.

Pagi ini Arief sudah memberikan arahan ke taruna Akpol via conference. Mereka diminta bersikap profesional dan menjaga integritas.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait