FOKUS

Soal Bom Bunuh Diri di Filipina, Polisi Indonesia dan Filipina Buru Andi Baso

Tandaseru –  Dua WNI terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina, 27 Januari 2019, rupanya telah masuk ke wilayah negara itu sejak Desember 2018.

Kedua pelaku yang berinisial RRZ dan UHS itu masuk ke Filipina dengan perantara terduga teroris warga negara Indonesia lainnya bernama Andi Baso.

Keduanya diketahui merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Makassar. Mereka adalah pasangan suami-istri yang pernah menjadi deportan Turki pada 2017.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan  keduanya masuk Filipina tidak melalui jalur resmi sehingga otoritas setempat tidak mendeteksi kedatangan keduanya.

“Mereka masuk (Filipina) Desember 2018, dibawa oleh Andi Baso,” ujar Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/7).

Polri beserta polisi Filipina akan mencocokkan DNA jasad terduga pelaku dengan sampel DNA dari keluarga untuk memastikan identitasnya. Andi Baso merupakan anggota JAD Makasar masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atas perannya dalam peledakan di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada 2016.

Saat ini, AB sendiri diduga berada di Filipina Selatan. Untuk itu, Densus 88 bekerja sama dengan aparat setempat untuk mengejar AB.

“Densus 88 dan polisi di sana telah berkoordinasi melakukan pengejaran terhadap Andi Baso yang diyakini berada di Filipina Selatan,” ungkap dia.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait