FOKUS

Soal Dugaan Pemerasan dan Pelecehan di Bandara Soetta, Kimia Farma dan Pihak Bandara Serahkan ke Polisi

JAKARTA (tandaseru) – PT Kimia Farma Diagnostika selaku perusahaan yang menyediakan layanan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menyatakan akan menyerahkan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh salah satu oknum stafnya ke pengunjung bandara ke polisi.

Hal ini merupakan dampak dari viralnya seorang wanita berinisial LHI yang menjadi korban dugaan pelecehan dan pemerasan oleh dokter saat melakukan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta waktu lalu

“PT Kimia Farma Diagnostika akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan
oknum tersebut,” ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9).

Adil menyebut pihaknya telah menghubungi korban dan akan melakukan investigasi di internal perusahaan.

Sementara itu, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan PT Angkasa Pura II menuturkan pihaknya siap mendukung upaya PT Kimia Farma membawa hal ini ke ranah hukum. Dukungan itu seperti pemberian akses pengecekan rekaman kamera CCTV dan lainnya.

Utas mengenai dugaan pemerasan dan pelecehan seksual yang dialami LHI dengan terduga pelaku EDY, viral di media sosial pada Kamis, 18 September 2020. Ia bercerita peristiwa itu berawal saat ia menjalani rapid tes di Bandara Soekarno-Hatta dan hasilnya menunjukkan bahwa ia reaktif, sehingga rencana penerbangannya ke Nias terancam batal.

Usai menyatakan akan mengganti hasil rapid test, oknum dokter EFY kemudian memintanya untuk menjalani tes ulang dengan membayar Rp 150 ribu. Setelah itu, hasil tes keluar dan menyatakan bahwa LHI non-reaktif.

Usai mendapat hasil tes dan akan pergi menuju gerbang keberangkatan, oknum dokter EFY kembali mengejar LHI. Di sini pelaku meminta sejumlah uang sebagai tanda jasa telah membantu korban mengubah hasil tesnya.

Karena sedang buru-buru mengejar penerbangan dan tak ingin persoalan berlanjut, korban mentransfer uang sejumlah Rp 1,4 juta ke EFY. Setelah memberikan uang, ulah kurang ajar oknum dokter itu semakin menjadi.

“Abis itu, si dokter ngedeketin aku, buka masker aku, nyoba untuk cium mulut aku. Di situ aku benar-benar shock, ga bisa ngapa-ngapain, cuma bisa diem, mau ngelawan aja ga bisa saking hancurnya diri aku di dalam,” cuit LHI.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait