FOKUS

Soal Kasus Djoko tjandra, KPK Dinilai Hanya Cukup Supervisi Bukan Mengambil Alih

JAKARTA (tandaseru) – Sejumlah pihak tidak setuju jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih penanganan kasus Djoko Tjandra dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji mengungkapkan KPK cukup melakukan supervisi kepada Kejagung dalam kasus tersebut.

“KPK cukup melakukan korsup (koordinasi dan supervisi) saja terhadap penanganan kasus Djoko Tjandra,” kata Indriyanto dalam pesan singkatnya kepada awak media, Selasa (22/9).

Sejak awal, kata dia, penanganan kasus Djoko Tjandra sudah dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia dan Kejagung.

Penanganan itu, kata Indriyanto, tidak menemui kendala secara teknis pro justitia. Dengan begitu, KPK tidak perlu mengambil alih penanganan kasus Djoko Tjandra.

“Tidak ada urgensi KPK mengambil alih kasus. Polri dan Kejaksaan tidak ada kendala dan hambatan teknis pro justitia menangani kasus. Bahkan, kedua lembaga ini memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) penindakan hukum yang kapabel dan kualitas yang baik, kecuali kalau kedua lembaga ini menyerahkan kasus ini kepada KPK karena ketidakmampuan menangani,” ungkap eks pelaksana tugas pimpinan KPK itu.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait