FOKUS

Soal Kasus Penghasutan Omnibus Law yang Jerat Anggota KAMI, Polisi Tahan 9 Tersangka

JAKARTA (tandaseru) – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menambah satu orang tersangka dalam kasus ujaran kebencian dan penghasutan soal penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja sehingga membuat demo tersebut menjadi anarkis.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan total tersangka yang ditahan terkait itu kini sebanyak 9 orang. Tersangka baru itu diketahui berinisial DW.

“Tentunya tersangka ini yang sembilan ini adalah dari berbagai tempat kita amankan,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10).

Dari kesembilan orang tersebut, Argo tidak merinci siapa saja yang tergabung dalam kelompok KAMI. Mengenai organisasi yang diikuti para tersangka, Argo menyebut pihaknya masih mendalaminya.

“Makannya masih dalam pemeriksaan apakah berkaitan kelompok atau lembaga itu masih kita dalami,” beber Argo.

Namun, diantara para tersangka itu diketahui merupakan anggota bahkan petinggi dari KAMI. Argo menyebut kasus yang menjerat mereka berkaitan dengan kasus sebaran berita provokasi yang berujung pada kerusuhan disejumlah daerah.

“Dengan adanya anarkis ini kemudian kita cek kebelakang apasih sebenarnya penyebab bisa terjadi anarkis sehingga merusak fasilitas umum. Ada beberapa kegiatan terpantau di medsos,” kata Argo.

Diketahui, penyidik Bareskrim Polri mengamankan delapan anggota dan petinggi KAMI. Mereka dituding telah menyebarkan ujaran kebencian dan melakukan penghasutan terkait demo menolak Undang-Undang Omnibus Law – Cipta Kerja hingga berujung anarkis.

Dari delapan orang tersebut, empat diantaranya ditangkap di Jakarta. Mereka yakni; Anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan, Deklator Anggota Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat, Deklator KAMI Anton Permana dan penulis sekaligus mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kingkin Anida.

Sedangkan empat orang lainnya ditangkap di Medan, Sumatera Utara. Mereka masing-masing yakni; Ketua KAMI Sumatera Utara Khairi Amri, Juliana, Devi, dan Wahyu Rasari Putri.

Kekinian delapan orang tersebut pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan di Rutan Bareskrim Polri.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com