FOKUS

Soal Laporan Roy Suryo ke Sunda Empire, polisi Langsung Lakukan Penyelidikan

JAKARTA (tandaseru) – Polda Metro Jaya telah menerima laporan pakar telematika, Roy Suryo terhadap petinggi Sunda Empire bernama Rangga Sasana. Laporan tersebut berkaitan dengan tudingan Rangga yang menyebut Roy tidak tahu sejarah soal PBB dan Nato.

Selain itu, Roy juga melaporkan sebuah akun anonim yang merubah informasi asli tentang berdirinya PBB dan Nato di Wikipedia. Setelah ditracking oleh Roy, perubahan itu diduga dilakukan oleh Sunda Empire.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan adanya hal tersebut. Kekinian, pihaknya mulai melakukan penyelidikan.

“Memang betul laporannya sudah kita terima,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Sabtu (25/1).

Yusri mengatakan, polisi dalam hal ini baru akan memulai penyelidikan di laporan tersebut. Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci terkait kasus tersebut dengan alasan laporan baru diterima oleh pihaknya.

“Laporan baru saja masuk, tentunya akan kita lakukan penyelidikan,” papar Yusri.

Seperti diketahui, Mantan Menpora Roy Suryo melaporkan petinggi Sunda Empire bernama Rangga Sasana ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, Jumat (24/1/2020).

Roy yang datang sebagai kerabat Puro Pakualaman melaporkan Rangga terkait narasi lahirnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Saat dia dan Rangga menjadi bintang tamu dalam acara ILC di TV One, yang disebut belakangan menuding Roy buta sejarah ihwal berdirinya PBB dan NATO.

Dalam acara yang berlangsung di Hotel Borobudur, Selasa (21/1/2020), Rangga menyebut PBB dan NATO berdiri di Bandung, tepatnya di Gedung Isola. Saat pernyataan tersebut disanggah oleh Roy, Rangga malah menyebut dirinya tak paham sejarah.

Roy mengaku, dirinya hanya tertawa saat dituding Rangga buta sejarah. Bahkan, Rangga juga menyebut Keraton Pakualaman bentukan Kolonial Belanda.

Roy mengaku, banyak warganet yang mengecamnya seusai acara selesai. Mereka menyerang Roy karena dianggap tak paham sejarah.

Selanjutnya, Roy berbalas komentar dengan warganet yang menudingnya di media sosial. Sang warganet tersebut menuding Roy buta sejarah merujuk dari laman Wikipedia.

Roy akhirnya menelusuri sejarah ihwal berdirinya PBB dan NATO di laman Wikipedia. Tak menyangka, Roy mendapati data di Wikipedia sudah berubah.

Dari temuan tersebut, Roy menuding kelompok Sunda Empire telah mengubah data dalam laman Wikipedia. Atas hal tersebut, dia akhirnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

Laporan polisi itu tertuang pada LP/530/I/YAN.2.5./2020/SPKT/PMJ tanggal 24 Januari 2020. Pelapor dalam hal ini dirinya sendiri, namun terlapor masih dalam lidik.

Pasal yang dilaporkan terkait Tindak Pidana ITE, menyebarkan berita bohong dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3, Pasal 31 juncto Pasal 48 dan atau Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 UU RI nomor 19/2016 tentang ITE dan Pasal 14, 15 dan Pasal 311 KUHP.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait