FOKUS

Soal Pilot Helikopter Terbang Rendah saat Demo Mahasiswa UHO, Kapolri: Kalau Boleh Saya Tempeleng!

JAKARTA (Tandaseru) – Buntut aksi terbang terlalu rendah di tengah aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) dalam rangka memperingati setahun kematian Immawan Randi dan La Ode Yusuf yang diduga tewas ditembak, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis berang.

Idham mengatakan pihaknya sudah menindak pilot helikopter yang melakukan terbang rendah untuk membubarkan aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO).

Hal itu disampaikan Idham saat menjawab sejumlah pertanyaan anggota Komisi III mengenai persoalan tersebut dalam rapat antara Komisi III dan Kapolri. Idham mengatakan, tidak ada prosedur pembubaran aksi dengan menerbangkan helikopter dengan di ketinggian rendah.

“Itu pilotnya itu udah saya tindak itu, dan sudah diperiksa sama Propam itu. Itu ngarang-ngarang aja itu tidak ada SOP-nya di udara itu, yang di Kendari itu,” kata Idham, Rabu (30/9).

Menurut Idham, pernyataan pilot hanya karangan belaka. Meski geram, Idham menyerahkan sepenuhnya proses kepada Propam.

“Jadi sekaligus saya jawab juga yang tadi pak. Udah saya tindak, itu pilotnya ngarang-ngaranf itu. Cuma sekarang gak boleh main tempeleng-tempeleng. Jadi diperiksa Propam saja. Kalau masih boleh saya tempeleng itu,” kata Idham.

Sebelumnya, anggota Komisi III Supriansa mengatakan Kapolri perlu menganalisa apa motif dari anggota kepolisian yang menjadi pilot helikopter untuk membubarkan massa aksi dengan terbang rendah.

Mengingat pembubaran massa aksi menggunakan helikopter termasuk pola baru. Ia bercerita, semasa dirinya menjadi aktivis kampus bahkan tidak ditemukan pola pembubaran massa dengan menerbangkan rendah helikopter.

“Saya kira prosedur ini juga pak Kapolri harus menganalisa secara baik apa motif di balik itu. Sehingga tidak bisakah kepolisian yang ada di Kendari di Tenggara di sana, supaya tidak ada korban berjatuhan terlalu banyak, melakukan pendekatan secara baik pak Kapolri,” kata Supriansa dalam rapat kerja Komisi III dengan Kapolri, Rabu (30/9/2020).

Supriansa tidak habis pikir mengapa kemudian pilot melakukan manuver yang membahayakan dengan terbang rendah. Padahal, diketahui di area yang sama sedang terjadi perkumpulan massa mahasiswa.

“Untung baik saja kalau helikopter tidak jatuh, coba bayangkan kalau jatuh di situ pak Kapolri,” kata Supriansa.

Diketahui, satu pilot dan empat kru helikopter diperiksa Bidang Propam Polda Sulawesi Tenggara terkait aksi terbang rendah tersebut.

“Pilot sekarang sedang (diperiksa) Propam,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono kepada wartawan, Selasa (29/9).

Awi menjelaskan anggota polisi Polda Sulawesi Tenggara itu diperiksa lantaran menerbangkan helikopter terlalu rendah hingga membuat panik mahasiswa yang tengah menggelar aksi demonstrasi. Aksi terbang rendah itu pun sempat viral setelah rekaman videonya diunggah ke media sosial

Di sisi lain, Awi menyebutkan bahwa anggota polisi tersebut juga melakukan hal itu tanpa perintah dari Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Yan Sultra Indrajaya.

“Tidak ada perintah dari Kapolda kemudian yang bersangkutan insiatif sendiri,” katanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait