FOKUS

Soal Red Notice Tjoko Tjandra Dicabut dari Interpol, Mabes Polri Periksa Anggotanya

JAKARTA (tandaseru) – Mabes Polri memeriksa sejumlah anggotanya terkait dengan tercabutnya red notice untuk buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Tjoko Tjandra dari data interpol.

“Saat ini dari Div Propam Mabes Polri sedang melakukan pemeriksaan kepada personel yang mengawali daripada pembuatan red notice yang ada di Hub Inter (Divisi Hubungan Internasional Polri),” ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono di Kompleks Mabes Polri, Rabu (15/7).

Argo enggan berspekulasi perihal kesalahan prosedur dalam kasus ini. Sebab, sampai sekarang pihaknya masih mengusut secara menyeluruh dari mulai penerbitan red notice itu.

Dia menambahkan, sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, pihaknya akan menindak tegas apabila ada oknum Korps Bhayangkara yang terbukti bersalah dalam prosesnya nanti.

“Misalnya ada pelanggaran daripada anggota akan diberikan sanksi. Sekarang masih berkerja dalam pemeriksaan,” kata dia.

Diketahui, Djoko Tjandra mendaftar PK atas kasusnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020. Sidang pertamanya dilangsungkan pada Senin, 29 Juni 2020. Namun, Djoko tidak hadir dalam sidang perdananya karena alasan sedang sakit.

DJoko merupakan terdakwa kasus pengalihan hak yang mengakibatkan terjadinya pergantian kreditur (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung.

Kejaksaan pernah menahan Joko Tjandra pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000. Namun, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatannya bukan pidana melainkan perdata.

Kejaksaan mengajukan PK terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung pada Oktober 2008. Majelis hakim memvonis Djoko Tjandra dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta. Uang milik Joko di Bank Bali Rp546,166 miliar pun dirampas negara.

Dia juga sempat dikabarkan berada di Papua Nugini pada 2009. Lalu dalam beberapa waktu lalu, dikabarkan sudah di Indonesia hampir tiga bulan lamanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait