FOKUS

Sumatera Coffee Days 2020, Kementan Genjot Program Grasida

JAKARTA (tandaseru) – Gelaran Virtual Expo Kopi pertama di Indonesia, yakni Sumatera Coffee Days 2020 hadir dalam rangka menyambut Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober mendatang.

Kopi bukan lagi sekadar minuman namun sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Melihat pasar ekspor kopi yang semakin terbuka,  pemerintah giat untuk menjamin mutu dan kualitas kopi dalam negeri.

Salah satu langkah dalam menghadapi pandemi Covid-19, Sumatera Coffee Days 2020 hadir sebagai event pertama yang dilakukan di Indonesia secara virtual.

Event ini dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Marsyah, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri, dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono.

Dalam sambutannnya, Kasan Muhri mengatakan peluang kopi di Indonesia sangat besar, hal itu terbukti dari permintaan kopi cukup stabil, bahkan cenderung meningkat di Eropa dan Amerika.

“Tren konsumsi terhadap specialty coffee cukup baaik di negara-negara Eropa, sementara peluang kopi instan besar di negara-negara Asia,” jelas Kasan Muhri, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan,

Gelaran event hari pertama Sumatera Coffee Days 2020 resmi dibuka oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc.

Dalam sambutannya, Dia menyampaikan bahwa kopi merupakan salah satu dari komoditas strategis dan unggulan yang memilliki dukungan devisa besar.

“Di tengah pandemi Covid-19, kita masih diberikan anugerah besar bahwa salah satu sektor pertanian kita menunjukan hal yang positif dan luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu yang mendongkrak di triwulan kedua tahun 2020 pada masa pandemi Covid-19 yakni kopi yang menghasilkan 372 juta atau 5,5 triliun.

Untuk produktivitas kopi,  Kementerian Pertanian sepakat untuk fokus dan meningkatkan upaya-upaya yang dilakukan dari hulu ke hilir.

“ Di Kementan sudah disepakati untuk mengelola semua komoditas sebagai suatu Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah, dan Daya Saing (Grasida),” ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa inovasi kopi sangat banyak di hilir yang mendatangkan nilai tambah besar dan lebih mengefisienkan nilai produksi di hulu.

“Kita menyadari bahwa produktivitas kopi kita baru 0,8 ton per hektar. Ini masih sangat jauh dari negar-negara yang dulunya belajar dari kita, seperti Vietnam,” jelasnya.

Adapun persiapannya dengan bekerja sama balitbang pertanian, dan lembaga riset lainnya atau sumber varietas lain kopi yang memiliki produktivitas tinggi.

“Berangkat dari membangun logistik benih kopi. Kita membangun kebun sumber benih di setiap kawasan pengembangan kopi, sehingga ketersediaan benihnya terjamin,” ujarnya.

Selain itu, Kementan juga akan meningkatkan kualitas panen dan juga peningkatan nilai tambah melalui upaya olahan.

“Potensi kopi di Sumatera sangat besar, oleh karena itu saya ingin mendorong teman-teman untuk memanfaatkan indikasi geografis sebagai potensi besar untuk mengubah produktivitas,” tutupnya.

Momentum One Day with Indonesia Coffee dan produksi pertanian lainnya merupakan momen besar untuk mempromosikan kopi Indonesia ke luar negeri.

Adapun Gelaran Sumatera Coffee Days 2020 akan diselenggarakan pada tanggal 26- 27 Agustus yang diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya Workshow, Talkshow, Podcast, Auction dan Showcase.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait