FOKUS

Tagihan Listrik Naik, Bamsoet: PLN Wajib Transparan, Jangan Bebani Rakyat

JAKARTA (Tandaseru) – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan PT PLN (Persero) untuk transparan dalam memberikan data tagihan listrik masyarakat.

“Mendorong PT PLN untuk transparan dalam memberikan data tagihan listrik kepada masyarakat, dari mulai jumlah pemakaian hingga tarif yang dikenakan,” kata Bamsoet kepada wartawan, Jumat (12/6).

Ia meminta agar PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak membebani masyarakat dengan tagihan listrik yang naik hingga dua atau tiga kali lipat dari biasanya.

Bamsoet mengatakan PLN dan Kementerian ESDM juga harus segera memberikan penjelasan dan solusi yang konkret bagi masyarakat terkait lonjakan tagihan listrik secara tiba-tiba di tengah aktivitas masyarakat yang banyak dilakukan dari rumah saat ini.

Bamsoet turut mendesak pemerintah melakukan proses investigasi bersama tenaga pencatat meter penggunaan listrik di bawah pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menjawab protes dan keluhan masyarakat terkait tagihan listrik yang dianggap masyarakat tidak wajar.

Sebelumnya, PLN mengakui rata-rata kenaikan pembayaran listrik berkisar 20 persen pada April hingga Mei 2020 lalu.

SEVP Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono menyebut ada pelanggan yang tagihan listriknya naik 200 persen, 500 persen, sampai 1.000 persen.

Yuddy turut mengaku mendapat aduan rumah kosong yang mengalami lonjakan hingga 10 kali lipat. Katanya, ada tiga faktor yang mengakibatkan kenaikan tagihan listrik.

Pertama, pemakaian listrik pelanggan kerap meningkat selama masa work from home atau bekerja dari rumah, termasuk school from home.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait