FOKUS

Tak Menyebar Lewat Manusia, Ini 4 Jenis Tikus Pembawa Hantavirus

JAKARTA (tandaseru) – Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan naiknya tagar #Hantavirus dengan menyusul kabar bahwa seorang pria di Provinsi Yunnan, Tiongkok meninggal dunia usai terinfeksi virus hantan.

Tentu saja hal ini membuat kekhawatiran baru di masyarakat, mengingat saat ini belum usai penanganan virus Covid-19 di seluruh dunia.

Melansir laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Rabu (25/3), ternyata virus ini bukanlah virus baru.

Penemuan kasus dan wabah yang sama ternyata sudah terjadi pada tahun 1993 di Amerika Serikat, yang menyebabkan sakit pernapasan akut di wilayah Four Corners.

Diketahui, hantavirus tak bisa menular dari manusia ke manusia, melainkan menyebar melalui hewan pengerat, seperti tikus yang penyebarannya bisa lewat air liur, urine, dan feses dari tikus yang terinfeksi virus hantan.

Lantas jenis tikus seperti apakah yang bisa menjadi pembawa atau carrier hantavirus ini? Berikut ini penjelasannya!

Peromyscus maniculatus

Peromyscus maniculatus adalah hewan pengerat yang berasal dari Amerika Utara. Biasanya disebut dengan rusa tikus.

Tikus rusa ini memiliki ciri khas berukuran kecil dengan panjang hanya 8-10 cm, memiliki mata manik-manik besar dan telinga besar, serta bulu perut dan kaki berwarna putih.

Biasanya, hewan ini suka bersarang di pohon tinggi yang berlubang di hutan. Hewan ini diduga sebagai penyebar hantavirus di daerah selatan Amerika Serikat pada tahun 1993.

Sigmodon hispidus

Tikus Sigmodon hispidus atau tikus kapas hispid adalah hewan pengerat dari benua Amerika. Bahkan ada temuan bahwa hewan ini menyebar hingga ke Peru, Ekuador, dan Venezuela.

Hewan ini biasa hidup di padang rumput yang lebat yang bisa ditemukan di pinggir jalan, sampai daerah pertanian. Dilansir dari Britannica, hewan ini diduga kuat sebagai penyebar hantavirus di Florida, Amerika Serikat.

Oryzomys palustris

Oryzomys palustris atau tikus beras adalah hewan pengerat di Amerika Utara. Biasanya hewan ini tinggal di habitat lahan basah, seperti rawa-rawa.

Hewan ini juga aktif saat malam atau nocturnal. Selain itu, tikus ini hanya bisa bertahan hidup kurang dari setahun. Hewan ini diduga menjadi penyebar hantavirus di Louisiana, Amerika Serikat.

Apodemus agrarius

Apodemus agrarius umumnya ersarang di hutan, padang rumput, dan kawasan perkotaan. Hewan ini memiliki ciri khas, yakni bulu berwarna hitam segaris dari kepala hingga ke ekornya.

Hewan pengerat menjadi penyebab utama tragedi hantavirus yang menimpa 3.000 tentara PBB di Korea Selatan pada 1953. Tikus ini hidup di Asia dan Eropa Timur.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dari tahun 1993-2017, telah ditemukan sebanyak 728 kasus hantavirus yang dikonfirmasi di Amerika Serikat, dan sebagian besar tidak fatal.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait