FOKUS

Tanpa Gejala! Ini Ciri-Ciri Kamu Pembawa Virus Covid-19

JAKARTA (tandaseru) – Total kasus Covid-19 masih terus meningkat di dunia. Bahkan baru-baru ini diketahui seseorang yang membawa virus corona bisa saja tidak mengalami gejala apapun, namun bisa menulari virus tersebut pada orang lain.

Menurut penelitian para ahli dari Inggris dan juga Tiongkok, kondisi seperti itu dikatakan sebagai hidden carrier atau pembawa terselubung virus corona.

Hidden carrier atau seseorang bisa membawa virus corona tanpa menunjukan gejala, dan berpotensi untuk menularkan virus tersebut pada orang lain, biasanya dirasakan oleh anak muda.

Mereka menularkan penyakit tersebut tanpa diketahui banyak orang. Hal itu ternyata dialami seorang balita asal Brunei yang positif terinfeksi virus corona dari seseorang yang membawa virus tersebut atau hidden carrier.

Hal itu diketahui dari unggahan Noor Cahaya, yang memposting foto sang anak yang dirawat di rumah sakit disertai keterangan foto yang menyadihkan, sejak Minggu (22/3).

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, Dia menuliskan bahwa sang anak kini sedang berjuang melawan virus corona. Diketahui, sang Anak yang bernama Sameera adalah pasien corona termuda di Brunei.

Ia juga tidak mengalami gejala seperti demam atau batuk, justru ia terlihat sangat sehat. Virus yang tertular pada Sameera diketahui didapat dari saudara iparnya yang baru saja bepergian ke luar negeri.

Para pembawa virus Covid-19 terselubung ini yang sulit dideteksi, pasalnya mereka tidak menunjukan gejala panas tinggi, batuk-batuk, ataupun sesak napas. Lalu bagaimana cara mengenalinya?

(tandaseru.id/Dimas)

Ciri-ciri hidden carrier

Hidden carrier  menjadi salah satu penyebab kian banyaknya orang terinfeksi virus corona jenis baru atau Covid-19.

Melansir dari Bussines Insider, orang yang merupakan hidden carrier nampak seperti orang sehat pada umumnya. Meski begitu, ia tetap pembawa virus corona yang berpotensi besar untuk menularkan kepada orang lain.

Menurut ahli terkemuka di Inggris, ciri-ciri hidden carrier biasanya seseorang mulai kehilangan indera penciuman atau perasa secara tiba-tiba, bisa jadi orang tersebut telah membawa virus corona di tubuhnya.

Di Korea Selatan, Tiongkok, dan Italia, sekitar sepertiga dari pasien yang dites positif Covid-19 juga melaporkan hilangnya penciuman atau juga dikenal sebagai anosmia atau hyposmia yang dilaporkan para ahli THT di Inggris.

Jenis Bau Miss V

Jumlah orang yang mengalami anosmia meningkat di seluruh dunia

Menurut para profesor, banyak pasien di seluruh dunia telah dites positif Covid-19, hanya menunjukan gejala kehilangan bau atau perasa, tanpa menunjukan gejala demam tinggi, batuk, atapun pilek.

“Ada peningkatan jumlah laporan yang meningkat secara signifikan dalam jumlah pasien yang mengalami anosmia tanpa adanya gejala lain,” ujar para profesor.

“Iran telah melaporkan peningkatan mendadak dalam kasus anosmia terisolasi, dan banyak rekan dari AS, Prancis, dan Italia Utara memiliki pengalaman yang sama,” imuhnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait