FOKUS

Genjot Efisiensi Anggaran, Gubernur Kaltara Paparkan Penerapan SAKIP

Tandaseru – Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie menjelaskan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

Penjelasan SAKIP diadakan di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Jumat (22/11) malam lalu.

Menurut Irianto, hal utama yang dibahas, yakni terkait efisiensi anggaran untuk memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Sebagai salah satu implementasi penerapan SAKIP adalah efisiensi anggaran. Dan itu sudah kita lakukan, meski masih banyak yang perlu kita benahi agar lebih maksimal lagi,” kata Irianto.

Sebagai provinsi baru, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara masih terbilang kecil.  Meski APBD kecil, Irianto menegaskan banyak program yang bisa dilakukan dan dapat dirasakan masyarakat, salah satunya dengan pengelolaan anggaran yang baik, dan akuntabel.

“Dibuktikan dengan hasil evaluasi BPK RI yang sejak awal melakukan pemeriksaan, hingga 5 kali berturut-turut memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Pemprov Kaltara,” ujar Irianto di hadapan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan (RBKunwas) Kemenpan-RB M.Yusuf Ateh dan Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan II, Nadimah.

Pangkas anggaran belanja pegawai

Irianto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas beberapa pos anggaran, terutama pada belanja pegawai, seperti anggaran perjalanan dinas, honorarium dan lainnya.

Adapun pemangkasan tersebut, Pemprov Kaltara  memperoleh anggaran sebesar kurang lebih Rp 190 miliar. Efisiensi anggaran tersebut digunakan untuk melakukan berbagai program yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Untuk program pemberian beasiswa Kaltara Cerdas, program dokter terbang, pemberian subsidi ongkos angkut, baik barang maupun penumpang ke perbatasan dan pedalaman. Kemudian program jemput pasien miskin, rehab rumah warga kurang mampu, pemberian insentif guru, membayarkan iuran BPJS kesehatan bagi warga kurang mampu, membangun Toko Indonesia, dan bebarapa lainnya,” jelas Irianto.

Melalui efisiensi anggaran, hingga ketepatan sasaran dalam melaksanakan kegiatan pembangunan, pemprov Kaltara telah mendapatkan capaian luar biasa.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait