FOKUS

Tengah Gelar Operasi Yustisi di Kampung Boncos, Polisi Malah Dikira Pengedar Narkoba

JAKARTA (tandaseru) – Saat menjalankan operasi yustisi di kawasan Kampung Boncos, Kota Bambu, Jakarta Barat, pihak kepolisian malah dianggap pengedar narkoba oleh sejumlah pemuda disana. Bahkan, mereka meminta narkoba kepada polisi.

“Kami bersama anggota patroli mengimbau warga yang kumpul-kumpul lagi PSBB, jangan kumpul,” kata Kapolsek Palmerah, Kompol Supriyanto kepada wartawan, Kamis (1/10).

Disaat yang bersamaan, kata Supriyanto, pihaknya yang mengenakan pakaian preman ini langsung dihampiri oleh sejumlah orang dan meminta narkoba kepada petugas.

Polisi kemudian menyuruh para pemuda itu itu pergi. Sedangkan anggota lainnya langsung menggeledah kampung tersebut.

“Begitu kami usir mereka bubar lari-lari semua sampai ke tanah kosong, kita periksa dan ditemukan banyak bekas nyabu, ada sabu seberat lima gram,” ungkap Supriyanto.

Tak sampai disitu, polisi juga menemukan sebuah benda mirip granat di kampung itu. Belum diketahui apakah granat itu masih aktif atau tidak.

“Ada juga benda seperti granat. Kami panggil gegana dan belum tahu geranatnya itu aktif apa tidak,” kata Supriyanto.

Lebih jauh dia mengatakan tidak ada pelaku yang diamankan polisi. Sebab, mereka langsung berhamburan melarikan diri.

“Nggak ada (pelaku diamankan), lari semua,” pungkas Supriyanto.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com