FOKUS

Tepi Barat Mulai Dibangun Permukiman untuk Warga Yahudi Israel

TEPI BARAT (Tandaseru) – Pemukim Yahudi dikabarkan mulai mendirikan permukiman di selatan Tepi Barat yang diduduki.

Mereka membangun permukiman setelah menancapkan bendera Israel di lokasi tersebut. Warga Palestina tidak diizinkan untuk memasuki daerah itu, yang dinyatakan sebagai zona militer oleh tentara Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah menyatakan bahwa dia akan mencaplok semua blok permukiman dan Lembah Yordan mulai 1 Juli.

Meski rencana itu telah mendapatkan kesepakatan, namun sempat tertunda karena ada komunikasi yang belum tuntas dengan Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu pejabat Palestina telah mengancam untuk menghapus perjanjian bilateral dengan Israel jika aneksasi atau pencaplokan tetap dilakukan.

Palestina menyatakan aneksasi Tepi Barat dapat merusak solusi dua negara.

Rencana aneksasi Tepi Barat muncul dari proposal perdamaian Timur Tengah atau yang disebut sebagai kesepakatan abad ini, yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Januari lalu.

Dalam proposal tersebut disebutkan bahwa Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi, dan mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar wilayah Tepi Barat.

Sekitar 650.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 permukiman yang dibangun sejak 1967, ketika Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah pendudukan” dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di wilayah itu adalah ilegal.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait