FOKUS

Terdampak Gempa M6,2 Sulbar, BNPB Evakuasi Warga Sakit dan Distribusi Bantuan 100 Ton

MAJENE (tandaseru.id) –  Helikopter BNPB mengevakuasi dua warga sakit dari desa terisolsasi pascagempa M6,2 Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (31/1). Evakuasi ini rekomendasi sukarelawan dokter yang telah memeriksa warga tersebut.

BNPB menerbangkan helikopter jenis Eurocopter (EC) 130B4 dengan kapasitas 7 orang termasuk 1 pilot. Operasi udara kali ini mengevakuasi dua warga sakit yang berasal dari Seppong, Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Pendamping keluarga dan sukarelawan ikut dalam perjalanan menuju Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju. Selanjutnya kedua warga tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Regional Provinsi Sulawesi Barat.

Setelah mengevakuasi warga sakit, pilot pun melanjutkan dropping bantuan ke beberapa desa terdampak gempa M6,2. Helikopter dengan kode registrasi PK-URR melakukan 6 sorti dengan total distribusi bantuan seberat 2.800 kg pada, Minggu (31/1).

Barang terdistribusi berupa makanan, seperti beras, kemasan sarden, minyak, biskuit, vitamin, serta nonmakanan, seperti popok bayi, pembalut, selimut, masker dan terpal. Distribusi bantuan menyasar ke beberapa wilayah yaitu Paku, Batususun, Bebanga, Lipu Selatan, Lipu Utara dan Salutahonga.

Sedangkan dropping bantuan kemanusiaan lain dioperasikan EC 155 dengan kode registrasi PK-TPF. Helikopter ini melakukan 4 sorti dengan tujuan Desa Kalobang, Desa Bela, Desa Kabiraan dan Desa Dekat Ko Baro 3. Barang terdistribusi juga berupa makanan dan nonmakanan.

BNPB mencatat sejumlah helikopter mendukung operasi pengiriman bantuan melalui udara. Sejak awal operasi penanganan darurat hingga Sabtu (30/1), total barang terdistribusi sebanyak 117.000 kg.

Dalam menjalankan operasi udara, tim gabungan mendapati 6 titik baru yang masih terisolasi, yaitu Dusun Batususun, Bebanga, Lipu Selatan, Lipu Utara dan Dusun Salutahonga. Perencanaan esok hari, tim gabungan akan melakukan pendistribusian logistik ke wilayah terisolir tersebut dengan tujuan Desa Bebanga dan Desa Batususun.

Ketika melakukan perjalanan setelah melakukan dropping, tim gabungan memantau wilayah longsor di Dusun Rui, Desa Mekatta, kecamatan Malunda, Majene. Pantuan saat itu, tidak ada warga tampak di Kawasan itu. Dugaan sementara, warga telah mengungsi dari wilayah tersebut.

100 Ton

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan BNPB mengoptimalkan penggunaan beberapa helikopter yang mendistribusikan bantuan hingga mencapai lebih dari 100 ton hingga hari ini, Sabtu (30/1).

Dia menyebutkan BNPB mencatat sejumlah helikopter mendukung operasi pengiriman bantuan melalui udara. Sejak awal operasi penanganan darurat hingga saat ini, total barang terdistribusi sebanyak 117.000 kg. Sabu (30/1) BNPB menggunakan helikopter dengan rotor ganda untuk mendistribusikan total berat bantuan 9.600 kg ke Desa Panggalo dan Desa Pangasaan.

Berikut ini jenis helikopter dengan jumlah total bantuan terdistribusi, antara lain Mi-8 berkode RA-24699 sebanyak 65.200 kg (23 sorti), Chinook CH-47D sebanyak 20.200 kg (4 sorti), Eurocopter (EC) 130B4/PK – URR sebanyak 17.100 kg (44 sorti), EC 155/ PK TPF sebanyak 7.300 kg (13 sorti),  Super Puma H-3213 dengan total 6.000 kg (6 sorti) dan PK – KIE sebanyak 1.200 kg (4 sorti).

Sedangkan pada Sabtu (30/1), sebanyak 14 sorti bantuan didistribusikan dengan beberapa helikopter yang mengudara dari Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju. Helikopter yang beroperasi EC 130B4 sebanyak 5 sorti di wilayah Desa Paku, Desa Pangasaan, Desa Takaurangan, Desa Sambuba, Desa Lomboto Rambu. Total bantuan yang diterjunkan di beberapa desa ini mencapai 1.600 kg.

Helikopter jenis Mi-8 kode RA – 24699 mengangkut total 9.900 kg bantuan yang terdistribusi ke Desa paku, Desa Lemo-Lemo dan Desa Bambangan. Pendistribusian dilakukan dengan dua kali sorti.

Selanjutnya helikopter EC 155 dengan 4 sorti menuju Desa Taukong, Desa Popenga dan Lemo-Lemo, Desa Makula dan Desa Kabiraan. Total berat bantuan ke wilayah tersebut mencapai 2.000 kg.

Selama penanganan darurat gempa M6,2 di Sulawesi Barat, BNPB mengoperasikan empat helikopter yang tidak hanya berfungsi untuk mengangkut barang bantuan tetapi juga survei kerusakan dan mobilisasi personel, termasuk tenaga medis yang dibutuhkan warga di desa-desa terisolir.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com