FOKUS

Terkait Gempa Magnitudo 5,8 di Seram Timur, Ini Penjelasan BMKG

JAKARTA (tandaseru) – Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tektonik yang memiliki parameter awal dengan magnitudo 5,8 di Seram Timur pada pukul 06.00 Wib Minggu (16/2) dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,6.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.37 LS dan 131.49 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 97 km arah Barat Daya Kota Fakfak, Papua Barat pada kedalaman 16 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, katanya gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas sesar lokal.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” ujarnya dalam rilis yang diterima, Minggu (16/2).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Bula, III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Sorong, II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait