FOKUS

Terkait Rilis Bersama BPS dan Kemendagri SP2020, Ini Kata Suhariyanto

JAKARTA (tandaseru.id) – BPS menyebutkan Sensus Penduduk 2020 (SP2020) adalah sensus penduduk yang ke-7 dengan tema besar yang diusung mencatat Indonesia menuju Satu Data Kependudukan menuju Indonesia Maju.

Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan, tujuan utama SP2020 adalah, pertama untuk menyediakan data tentang jumlah, komposisi, dan distribusi serta karakteristik penduduk Indonesia secara de facto dan de jure.

Yang kedua, yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini, adalah menyediakan parameter demografi (fertilitas, mortalitas, dan migrasi) serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk, indikator SDG’s, dan juga keperluan lainnya.

“Data sensus penduduk tidak hanya bermanfaat untuk membuat perencanaan di masa kini tetapi juga mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan dengan cara membuat proyeksi penduduk sampai dengan tahun 2050,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suhariyanto mengatakan, pada SP2020 lanjutan yang akan dilaksanakan pada September tersebut akan dilakukan pendataan long form menggunakan sampel 5 persen keluarga yang ada di Indonesia.

Ditambahkannya, variabel-variabel yang akan dikumpulkan pada sensus lanjutan ini sangat rinci, terdiri dari 99 pertanyaan menyangkut individu, fertilitas dan mortalitas, migrasi, ketenagakerjaan, disabilitas, pendidikan, dan perumahan.

“Dalam kesempatan ini, sekali lagi saya memohon dukungan dan partisipasi dari masyarakat agar pelaksanaan sensus lanjutan di bulan September 2021 ini dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Kepala BPS juga mengungkapkan, ada dua perubahan mendasar dalam SP2020. Kesatu, untuk pertama kalinya di Indonesia, SP menggunakan metode kombinasi dengan cara menggunakan data adminduk sebagai data dasar dengan tujuan untuk menghasilkan satu data kependudukan Indonesia.

Kedua, untuk pertama kalinya juga pada SP2020 digunakan metode sensus secara online. Ditegaskannya, data penduduk berdasarkan SP2020 adalah data per September 2020, sementara data Adminduk yang dirilis Kemendagri adalah data pada bulan Desember 2020, yaitu sebesar 271,35 juta jiwa.

“Jumlah penduduk (hasil SP2020) ini diperoleh melalui proses yang sangat panjang dari hasil sensus penduduk online, pendataan di lapangan pada bulan September, yang kemudian kita sinkronisasi dengan data Adminduk.

Sehingga dengan demikian, data hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 dan data Adminduk sekarang sudah menyatu,” ujarnya.

BPS dan Kemendagri, imbuh Suhariyanto, akan terus bekerja sama bahu membahu untuk membenahi data kependudukan Indonesia.

“Ke depan, BPS dan Dukcapil harus terus menerus bekerja sama sehingga pada suatu titik tertentu, sensus penduduk Indonesia bisa dilakukan berbasis registrasi. Dengan modal yang kita punya, yang dimiliki oleh BPS dan Kemendagri, saya yakin bahwa titik tersebut tidak akan lama lagi bisa terwujud,” ujarnya.

Kepala BPS juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya SP2020, baik petugas sensus, kementerian/lembaga, masyarakat, dan pihak lainnya.

“Saya sangat berharap bahwa hasil rilis bersama antara BPS dan Kemendagri ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak untuk berbagai keperluan. Mari kita terus menerus bergandeng tangan dan berkolaborasi satu data kependudukan yang semakin berkualitas untuk Indonesia maju,” pungkasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com