FOKUS

Terpilih Jadi External Auditor IMO, Ini Sederet Keunggulan BPK

Tandaseru – Terpilihnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menjadi external auditor International Maritime Organization (IMO) bukan hanya menunjukkan kemampuan diplomasi RI di tingkat dunia, melainkan karena keunggulan yang ditawarkan BPK kepada organisasi internasional itu.

Tidak heran jika BPK mampu mengungguli badan auditor negara lain, bahkan auditor negara maju seperti Inggris dan Italia. Hal ini dibuktikan BPK saat bersaing sebagai kandidat external auditor IMO untuk periode 2020-2023 pada sidang IMO Assembly ke-31 di Markas Besar IMO, London, Inggris, Jumat (29/11).

Calon external auditor IMO berjumlah lebih dari satu, sehingga dilakukan proses pemungutan suara. Pada pemungutan suara putaran pertama, Indonesia unggul dengan 64 suara, Inggris 55 suara, dan Italia 24 suara.

Namun, jumlah tersebut tidak menunjukkan adanya mayoritas suara, sehingga dilakukan pemungutan suara putaran ke-2. Pada putaran ke-2, Indonesia memperoleh 75 suara dan Inggris 64 suara

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, terpilihnya BPK menjadi external auditor IMO menunjukan eksistensi Indonesia dalam forum maritim internasional yang diperhitungkan oleh negara-negara maritim di dunia.

“Kepercayaan ini semakin meningkatkan kredibilitas BPK di komunitas SAI Internasional,” katanya saat jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantor BPK RI, Jakarta, Sabtu (30/11).

Dia mengatakan BPK akan memeriksa laporan keuangan dan kinerja organisasi IMO dan dua institusi pendidikan di bawah IMO, yakni World Maritime University (WMU) dan International Maritime Law Institute (IMLI).

“Jasa pemeriksaan yang ditawarkan oleh BPK bukan hanya pemeriksaan keuangan, namun juga pemeriksaan kinerja yang tidak ditawarkan oleh negara lain,” kata Agung Firman.

Sebelumnya, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono mengungkapkan bahwa Indonesia menominasikan BPK menjadi external auditor IMO yang berkomitmen memberikan jasa audit berkualitas tinggi dan cost-efficient bagi IMO.

Pencalonan sebagai external auditor IMO ini didasari oleh pengalaman BPK, yang saat ini masih menjadi external auditor International Atomic Energy Agency (IAEA) tahun 2016-2021, serta untuk International Anti Corruption Academy (IACA) tahun 2015-2016 dan 2018-2020.

Pencalonan BPK juga didasari oleh beberapa kelebihan yang dimiliki BPK sebagai lembaga pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

BPK memiliki banyak pemeriksa dengan kualifikasi sertifikasi profesi Chartered Accountant, Certified Public Accountant, Certified Fraud Examiner, dan Certified Information System Auditor.

“BPK juga memiliki banyak pengalaman memeriksa/reviu sektor maritim nasional dan berpengalaman di lingkup komunitas Supreme Audit Institution (SAI) internasional,” ungkapnya.

Pengajuan BPK sebagai external auditor IMO untuk menunjukkan profesionalitas sekaligus merepresentasikan bangsa Indonesia.

Selain itu, BPK menawarkan efisiensi harga yang bisa menjadi pertimbangan bagi IMO untuk memilih BPK sebagai external auditor.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait