FOKUS

Terungkap! Bocah WNA yang Tewas di Apartemen Pavilion Tanah Abamg Dibunuh Ibu Kandung, Terdapat Luka Gigitan

JAKARTA (tandaseru) – Polisi mengungkap penyebab kematian seorang bocah warga negara asing (WNA) berinisial SHM (5) yang ditemukan tewas di Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Usut punya usut, ternyata ibu kandungnya berinisial ML (29) yang membunuh anaknya itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa korban tinggal bersama pelaku. Sedangkan bapaknya berinisial H yang merupakan WNA Maroko tinggal di Belanda.

“Pelaku adalah istri ketiga dari suaminya di Belanda,” kata Yusri saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Yusri mengemukakan berdasar hasil visum ditemukan luka gigitan dan memar di sekujur tubuh korban. Adapun, penyebab kematian korban diduga akibat luka benturan benda tumpul di belakang kepala.

“Kondisi lebam yang diderita oleh korban, termasuk gigitan, benturan benda tumpul di bagian belakang kepala menjadi penyebab kematian,” ungkap Yusri.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar.

Sebelumnya, penghuni Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Jakarta Pusat sebelumnya digemparkan dengan penemuan sesosok mayat wanita berusia lima tahun pada Rabu (3/9) petang.
Dikutip dari Antara, identitas mayat tersebut berinisial SHM. Saat kali pertama ditemukan, terdapat luka lebam di tubuh korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung ketika itu menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.

“Iya ada (penemuan) mayat (di Tanah Abang), kami masih lakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP),” kata Tahan saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (9/3).

Menurutnya, kasus penemuan mayat balita itu kini ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.

Sejak ditemukan tak bernyawa, petugas telah mengevakuasi mayat korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diautopsi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait