FOKUS

Terungkap! Ini Motif Gus Nur Hina NU: Karena Peduli

JAKARTA (tandaseru) – Bareskrim Polri mengungkap motif Sugi Nur Raharja alias Gus Nur melakukan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Usut punya usut, dia melakukan hal itu karena peduli terhadap NU yang kekinian dinilainya telah berbeda dengan dulu.

“Yang bersangkutan peduli terhadap NU yang bersangkutan rasakan bahwasannya NU sekarang dan NU yang dulu sudah berbeda ini motif yang kita dapatkan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

Berkenaan dengan itu, Awi menyampaikan bahwa dalam kasus tersebut penyidik telah memeriksa empat orang saksi. Dua diantaranya merupakan pihak pelapor dan dua lainnya yakni ahli bahasa dan pidana.

Selanjutnya, kata Awi, penyidik juga telah merencanakan melakukan pemeriksaan terhadap ahli ITE. Pemeriksaan terhadap ahli ITE akan dilakukan usai penyidik memeriksa bukti video.

“Masih diperiksa di laboratorium digital forensik. Kita tunggu, nanti kalau sudah selesai akan diperiksa ahlinya. Ahli ITE,” ujarnya.

Sebelumnya, Gus Nur ditangkap oleh penyidik Bareskrim Polri di kediamannya yang berlokasi di Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (24/10) dini hari. Setelah ditangkap, Gus Nur langsung digelandang ke Bareskrim Polri.

Penangkapan terhadap Gus Nur dilakukan atas dugaan tindak pidana terkait menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap NU melalui akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020 lalu.

Pada tanggal 21 Oktober 2020 Gus Nur juga telah dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri. Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim.

Ketika itu Azis melaporkan Gus Nur dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik berkaitan dengan sesi wawancara dengan Refly Harun di akun YouTubenya.

Di dalam sesi wawancara di akun YouTube Refly Harun, Gus Nur sempat membuat pernyataan bahwa NU saat ini sudah berubah tak seperti yang ia kenal dulu.

“NU di rezim ini sudah berubah 180 derajat, penumpangnya merokok semua, yang wanita mengumbar aurat. Ini berbeda dengan NU yang saya kenal dulu” ujar Gus Nur.

Selain itu, Gus Nur juga mengibaratkan NU seperti bus umum. Dimana, menurut Gus Nur, bus umum yang diibaratkan NU itu disopiri oleh pemabuk.

“Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga,” katanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait