FOKUS

Tim Cyber Crime Polda NTB dan Bengkulu Ungkap Penipuan Senilai Rp994 Juta

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno didampingi Kasubdit Cyber Crime Polda NTB Kompol Yusuf Tauziri, serta Kanit Cyber Crime Polda Bengkulu AKP Perdana Mahardika, saat press conference, Rabu (19/08).

Dia menjelaskan pengungkapan pelaku penipuan ini berawal dari laporan korban yang melaporkan ke Polda NTB pada Juli 2020 lalu dan mengalami kerugian sebesar Rp994 juta.

”Kedua tersangka masih berstatus tahanan di Lapas Curup ( Rejang Lebong ) SPR (kasus pembunuhan berencana) dan HRS (kasus curanmor),” jelas Kabid Humas Polda Bengkulu.

Dia menjelaskan pelaku mengelabui korbannya, para pelaku terlebih dahulu mengaku sebagai anggota Polri dengan menggunakan foto polisi asli yang diambil dari media sosial.

Setelah mendapatkan poto polisi asli, kedua tersangka kemudian membuat akun medsos dan mulai melancarkan aksinya hingga akhirnya berkenalan dengan korban pada Mei 2020.

Setelah berkenalan dengan korbannya, tersangka yang mengaku sebagai anggota Polri tersebut langsung menawarkan kerja sama bisnis ternak ayam dengan berbagai macam iming-iming yang diberikan kepada korban sehingga membuat korban tergiur.

”Kasus ini bisa terungkap berkat kerja sama subdit cyber Polda Bengkulu dan Polda NTB, kasus penipuan mengaku anggota Polri,” kata Kabid Humas Polda Bengkulu.

Dari komunikasi tersebut, tersangka berhasil meminta uang kepada korban secara bertahap hingga total yang telah dikirim sebanyak hampir Rp1 miliar atau persisnya Rp994 juta.

“Mereka kenal melalui facebook, tersangka ini mengaku anggota Polda Bengkulu, menggunakan foto polisi asli. Uang tersebut dikirim secara bertahap, totalnya Rp 994 juta,” tambah Kompol Yusuf Tauziri.

Kompol Yusuf mengatakan, pihaknya sudah menetapkan kedua napi tersebut sebagai tersangka dalam pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP tentang penipuan. Selain itu juga bakal dijerat undang-undang ITE dan juga tentang pemalsuan data karena tersangka mengaku anggota polri.

Dalam kasus ini Kompol Yusuf menduga ada keterlibatan oknum pegawai lapas Curup. “Satu pegawai lapas sudah kita periksa sebagai saksi, nanti akan terungkap seperti apa perannya,”  pungkas Yusuf.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait